YOGYAKARTA-Perkembangan teknologi dan informasi membawa banyak pengaruh, termasuk yang negatif. Dengan berpegang pada nilai Pancasila, mahasiswa mampu memilah informasi, menghindari paham ekstrem, serta menjaga pola pikir yang moderat dan kritis.
Hal itulah yang disampaikan oleh Ketua Pembina Yayasan Inspirasi Indonesia, Joko Triharmanto (Jack Harun) saat menyampaikan materi kuliah umum di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025).
“Dengan menjalankan nilai Pancasila, mahasiswa dapat membentuk karakter yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berakhlak baik sehingga mampu memimpin bangsa ke arah yang lebih maju dan bermoral,”ujarnya.
Menjalankan Pancasila berarti menjaga identitas nasional dan mempraktikkan nilai yang menjadi fondasi hukum, moral, dan kehidupan sosial Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Jack Harun juga meminta agar para mahasiswa untuk saling menjaga toleransi. Hal ini untuk menjaga kemajemukan dan rasa saling menghargai antar sesama.
Selain itu untuk mencegah munculnya kasus bullying yang saat ini marak di lingkungan pendidikan baik dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
“Kasus bullying telah menyebabkan banyak korban jiwa diantaranya mahasiswa bunuh diri, perkelahian hingga kasus kekerasan bom di SMA N 72 Jakarta yang konon menurut informasi disebabkan karena bullying,”ujarnya.
Kita berharap mahasiswa yang merupakan generasi bangsa mampu menjadi problem solving sehingga persoalan bisa diselesaikan dan pembagunan menuju Indonesia Emas bisa segera teralisasikan.
Jack Harun dalam kesempatan tersebut juga menceritakan kisahnya dulu saat terpapar paham radikal melakukan kriminal hingga akhirnya bisa berubah dan hijrah menuju NKRI.
Melalui yayasan yang ia dirikan besama teman-temannya mantan napiter Jack Harun terus mengkampayekan isu-isu perdamaian dari lingkungan pendidikan hingga instansi.
Mahasiswa UKDW tampak antusias dalam mengikuti diskusi tersebut terbukti dengan banyaknya para mahasiswa yang bertanya dan mengikuti hingga akhir acara.
Salah satunya adalah Arya yang menayakan mengapa dulu Jack Harun yang anti Pancasila sekarang menjadi teman Pancasila.
Jack Harun menjelaskan hal itu ia lakukan sebagai bentuk ‘penebusan dosa’ masa lalu. Ini dibuktikan dengan mengambil kuliah S2 di UNS dengan jurusan Pendidikan Pancasila dan lulus dengan nilai yang memuaskan. []



