kabar berita info soloraya

Cek Stabilitas Harga Bahan Pokok, Menteri Perdagangan Kunjungi Pasar di Solo

SOLO-Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, yang didampingi oleh Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Halifah Dwi Nirwana melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo, Jumat (5/12/2025).

Kunjungan ini membawa dua misi strategis: memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 serta memperkuat keberlanjutan lingkungan melalui peluncuran program Gernas Mapan (Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara).

​Didampingi Wali Kota Solo, Respati Ardi, rombongan meninjau dua lokasi utama, yaitu Pasar Rejosari dan Pasar Jebres.

Dalam tinjauan di Pasar Rejosari, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menekankan pentingnya posisi pasar tradisional dalam ekosistem ekonomi nasional, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

​“Pasar tradisional adalah aset berharga dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal dan nasional. Kunjungan saya ke Kota Surakarta adalah wujud nyata dari komitmen Kementerian Perdagangan untuk memberikan perhatian khusus kepada pasar-pasar rakyat,” ujar Budi Santoso.

​Ia juga menambahkan jaminan pemerintah terkait masa Nataru. “Menjelang Nataru, kami memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok penting tetap terjaga dan harga tetap terjangkau untuk masyarakat. Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lokal, kami yakin dapat mencapai tujuan tersebut. Saya apresiasi komitmen Wali Kota Surakarta dalam mendukung revitalisasi dan pemberdayaan pasar tradisional,” tegas Mendag.

Agenda berlanjut di Pasar Jebres dengan peluncuran program Gernas Mapan dan pencanangan Pasar Jebres sebagai Pasar Minim Sampah. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup.

​Halifah Dwi Nirwana, Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan apresiasinya terhadap langkah progresif Kota Surakarta.

​“Kementerian Lingkungan Hidup mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam operasional pasar tradisional. Pasar bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga harus menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang baik,” ungkap Halifah.

​Ia menambahkan, “Kami mengapresiasi inisiatif Kota Surakarta melalui program-program pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional. Komitmen ini sejalan dengan visi nasional kami untuk menciptakan pasar-pasar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.”

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Respati Ardi memaparkan tiga terobosan besar yang sedang dijalankan Pemkot Surakarta untuk merevitalisasi fungsi pasar:

​Optimalisasi Ruang Kreatif (Lantai 2): Mengubah fungsi lantai dua pasar menjadi sentra kuliner, Food & Beverage (F&B), dan produk kreatif untuk menarik minat generasi muda kembali ke pasar.

​Kemitraan Gizi Nasional: Menggandeng Badan Gizi Nasional untuk mendorong lembaga pemberi makan bergizi gratis (SPPG) berbelanja bahan baku di pasar tradisional sekitar, guna mendukung ketahanan pangan dan ekonomi pedagang.

​Manajemen Lingkungan Terpadu: Mengingat 70% sampah di Surakarta adalah organik, fokus utama diarahkan pada pengurangan sampah organik ke TPA melalui Bank Sampah dan kolaborasi dengan Yayasan Kita Pertiwi serta Kodim 0735.

​“Pasar tidak lagi hanya dilihat sebagai tempat berjualan, tetapi institusi yang bertanggung jawab penuh atas dampak lingkungan hidup. Dengan landasan hukum Perda Nomor 2 Tahun 2024, kami memiliki payung hukum kuat untuk menjadikan pasar di Surakarta berwawasan lingkungan,” tutup Respati. []

 

Popular

Related

Berita Lainnya