UNS Gelar Pisah Sambut Rektor Periode 2019-2023

SOLOUniversitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pisah sambut rektor periode 2019-2023 dari Ravik Karsidi kepada Jamal Wiwoho di Auditorium Haryo Mataram kemarin Senin, (15/4). Seremonial tersebut semakin cair ketika keduanya berbalas pantun.

Pergi ke pasar cukur rambut sekalian beli es. Hari ini pisah sambut Prof. Jamal rektor Universitas Sebelas Maret. Padat merayap di Jembatan Semanggi. Transportasi darat adalah urat nadi. Ada yang datang, ada yang pergi. Memang di dunia tidak ada yang abadi.

Mungkin banyak yang tidak bisa dipenuhi. Karena itulah keterbatasan yang ada. Mungkin ada salah sekali-kali. Karena itu, mohon maaf kami pinta. Irian burungnya Cendrawasih, cukup sekian terima kasih.

Usai Ravik berpantun, giliran Jamal menunjukkan kebolehannya merangkai kata-kata. Ke pasar mampir ke Indomaret. Jangan lupa mampir ke bank. Sungguh luar biasa Universitas Sebelas Maret. Terus mengepakkan sayap berkembang dan terbang.

Tepuk tangan jajaran senat dan tamu undangan pun langsung bergemuruh. “Proses pemilihan rektor UNS kali ini berhasil menciptakan situasi tanpa kegaduhan. Semoga peristiwa yang baru kali pertama dialami UNS ini dapat menjadi contoh yang baik bagi perguruan tinggi lainnya. Ini juga membuktikan bahwa predikat UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila tidak salah disematkan. Karena civitas akademika Universitas Sebelas Maret bisa mengedepankan nilai-nilai musyawarah mufakat,” urai Jamal.

Jamal berharap pihaknya dapat memimpin UNS dalam masa empat tahun ke depan dengan baik. Sekaligus meneruskan prestasi yang telah diraih di masa kepemimpinan sebelumnya.

Di antaranya, yakni TOP 200 UniRank 4ICU, ranking 1.678 dunia, ranking 493 di Asia, dan ranking delapan di Indonesia versi Webomatrics. UNS juga memperoleh tiga bintang versi QS Stat Rating.

“Ini membuktikan bahwa UNS telah berhasil menjalankan sistem manajemen Tata Kelola Universitas yang baik atau Good University Governance,” sambungnya.

Rektor periode sebelumnya Ravik Karsidi berpesan agar Jamal dapat mewujudkan UNS sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).

Selain itu, secara khusus Ravik memberikan apresiasi kepada Sutarno dan Widodo Muktiyo, dua calon rektor yang bermusyawarah dalam penentuan Rektor UNS periode 2019-2023. “Suksesi ini patut diikuti sebagai role model di dalam kepemimpinan di kampus ini,” pungkasnya.

 

sumber: radar solo

%d bloggers like this: