Tim Asesor Perpusnas RI Akreditasi Perpustakaan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat

SOLO – Kamis (21/3) menjadi hari yang menentukan bagi masa depan perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Pasalnya perpustakaan tersebut mendapatkan visitasi akreditasi dari Tim Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Bambang Supriyo Utomo, Dra. Zumiaty Nasrul, MLS didampingi Suparsi, Pusat Arsip dan Perpustakaan (ARPUSDA) Kota Surakarta.

Restuning Kinasih Palupi selaku petugas perpustakaan menyampaikan bahwa perpustakaan yang ia kelola menjadi salah satu peserta dari 10 perpustakaan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi di kota Surakarta yang diakreditasi tahun ini.

“Menyikapi penilaian tersebut, kami mempersiapkan dengan membentuk tim akreditasi yang terdiri dari enam instrumen kemudian melakukan pengecekan dan berupaya melengkapi,” ungkapnya.

Restu pun menambahkan bahwa penilaian perpustakaan berdasarkan instrumen akreditasi yang sudah berlaku secara nasional. Hal tersebut seperti koleksi, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggara dan pengelolaan, dan komponen penguat kinerja (inovasi dan prestasi).

Berdasarkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki perpustakaan seperti pengelolaan dan pelayanan sudah bergerak secara automasi (sistem digital), koleksi e-book yang sudah bisa diakses melalui website sekolah, ruang baca nyaman, dan fasilitas multimedia. Selain itu, perpustakaan sekolah pun menjadi juara tiga lomba perpustakaan sekolah tingkat kota Surakarta tahun 2018. Restu pun yakin bahwa akreditasi kali ini bisa mendapat nilai yang terbaik.

“Nilai sementara berdasarkan hasil visitasi akreditasi dari tim asesor adalah 91, 68 atau nilai A,” ungkapnya.

Visitasi berlangsung dalam beberapa tahapan seperti kunjungan sarana prasarana dan verifikasi data setiap butir komponen. Enam komponen yang diverifikasi meliputi koleksi, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggara dan pengelolaan, serta komponen penguatan kinerja. Setiap komponen tersebut terdapat butir-butir instrument yang diverifikasi Tim Asesor.

Muhdiyatmoko selaku Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih kepada ustaz dan ustazah yang tergabung dalam tim akreditasi untuk mempersiapkan butir komponen akreditasi perpustakaan. Menurutnya, sekolah mengikhtiarkan seratus persen untuk sukses dalam akreditasi perpustakaan kali ini.

“Setelah kami mengetahui jadwal akreditasi, kami segera membuat tim akreditasi lalu membuat pemetaan dan program untuk melengkapi instrument-instrumen yang dibutuhkan dalam setiap butir komponen akreditasi perpustakaan,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan budaya literasi sekolah yang sudah tumbuh selama ini maka melalui visitasi akreditasi ini, sekolah menargetkan perpustakaan mendapatkan nilai akreditasi A.

“Harapannya perpustakaan sekolah menjadi perpustakaan yang berstandar sesuai dengan standar akreditasi tersebut. Akhirnya perpustakaan sekolah menjadi pusat keilmuan. Siswa senang untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat menambah khazanah keilmuan. Hal yang mendasar, kami ingin perpustakaan sebagai jantung sekolah,” tandasnya. []

%d bloggers like this: