Lawan Tengkulak UMS Beli Beras dari Petani

SOLO – Sejumlah petani di Kabupaten Sragen yang tergabung dalam Lembaga Usaha Kelompok Unggulan (LUKU) Petani Muhammadiyah merasa lega dan bisa tersenyum karena beras hasil panennya akan dibeli Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk memenuhi kebutuhan dosen dan karyawannya.

Tunjangan beras yang semula diberikan dalam bentuk uang, sekarang diwujudkan secara fisik. Ini salah satu upaya agar petani tak lagi diombang-ambingkan tengkulak. “Karena UMS membeli langsung ke petani,” jelas Dr Sarjito, wakil rektor 2 UMS saat peluncuran beras sehat, Sabtu (26/4).

Pengadaan beras sehat itu atas kerjasama  UMS dengqn Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Keduanya membina petani yang tersebar di 20 pengurus cabang Muhammadiyah. “Jadi kebijakan UMS memberaskan tunjangan, tidak untuk mencari untung. Tapi mensejahterakan petani.”

Sutanto, petani Muhammadiyah di Sragen merasa gembira karena petani selalu dihadapkan pada pasca panen. Harga jatuh, karena  saat panen ada impor. “Jadi petani selalu terpojok. Petani terkalahkan biaya tinggi. ” Kami berharap semangat UMS berkembang dan diikuti yang lain, sehingga petani berdaya,” ujarnya.

Petani jangan jadi alat politik terus. Ketika menjelang pemilu didekati, namun setrlah pemilu ditinggal begitu saja. Peluncuran ditandai penyerahan beras secara simbolis kepada BPH UMS Drs Dahlan Rais MHum didampingi Sekretaris MPM Bahtiar Tri Kurniawan dan Drs Marpuji Ali (BPH UMS). []

 

sumber: krjogja

%d bloggers like this: