Keraton Solo Kirab 9 Kerbau dan 19 Pusaka

SOLO – Ribuan warga Solo Minggu (1/9) dini hari memeriahkan kirab malam 1 sura yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Mereka memadati jalan-jalan utama kota Solo untuk menyaksikan tradisi budaya kirab Kebo Bule Kyai Slamet dan puluhan pusaka keraton.

Pada kirab tahun ini, keraton mengeluarkan 9 kerbau Kyai Slamet dan 19 pusaka. Semuanya dikirab mulai dari Keraton ke Bundaran Gladak, melewati Kantor Telkom, kemudian ke selatan sampai perempatan Baturono. Kemudian melewati Jalan Veteran sampai perempatan Gemblegan, ke utara hingga jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton.

Jalannya kirab cukup meriah, acara yang seharusnya di mulai pukul 23.00 WIB, sempat molor hingga satu jam. Namun demikian hak tersebut tidak mempengaruhi antusias masyarakat untuk menyaksikan jalannya kirab. Seluruh jalan yang dilewati kirab penuh sesak warga.

Menurut Titik Suparti (40) warga Semarang, setiap malam Satu Suro, dirinya selalu berkunjung ke Solo, untuk menonton kirab malam 1 Suro. perayaan tradisi ini dinilainya cukup unik karena digelar tengah malam.

“Kirab malam 1 Suro sudah menjadi tradisi turun menurun Keraton Solo yang harus terus di jaga,” ungkap titik.

Barisan kirab diawali dengan Kebo Bule Kyai Slamet sebagai cucuk lampah yang mengawal sejumlah pusaka keraton. Dibelakang barisan Kebo Bule adalah iring-iringan kerabat dan abdi dalem serta prajurit keraton.

Mengarak Kerbau Bule keturunan Kyai Slamet dalam kirab malam 1 Sura, sudah menjadi ciri khas keraton yang audah dilakukan turun menurun sejak ratusan tahun lalu.

Kebo Bule ini merupakan hewan klangenan atau hewan piaraan Paku Buwono ke II yang memerintah pada tahun 1725.

Sebelum kirab dimulai, diselenggarakan  terlebih dulu prosesi Wilujengan Khol Dalem PB X di Maligi. Ada tamu istimewa dalam perayaan kali ini, yaitu kedatangan BRM Mohammad Munnier Tjakraningrat dan BRM Mohammad Malekoel Tjakraningrat yang keduanya merupakan anak GKR Pambayun, putri satu satunya PB X dari permaisuri GKR Hemas.

baca: Pemugaran Keraton Kasultanan Pajang Dilakukan Mandiri dari Dana Sumbangan Warga

Mereka hadir bersama rombongan sekitar 150 orang dari Madura untuk ikut menyemarakkan malam Satu Suro di keraton.

“kedatangan kami keluarga besar tjakraningrat dari madura, keturunan pb x, untuk nguri uri tradisi budaya peninggalan para leluhurnya. selain itu, juga menjadi ajang silaturahmi dengan saudara-saudaranya di keraton solo,” kata BRM Mohammad Munnier Tjakraningrat.

Kirab kembali ke Keraton sekitar pukul 3 dini hari. Tradisi yang sudah masuk kalender event kota Solo ini, menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan, yang menyedot wisatawan bukan hanya lokal namun juga mancanegara. []

 

%d bloggers like this: