Partisipasi Delegasi Forum Anak Surakarta di Konferensi Jerman

SOLO – Child Friendly Cities Summit (Konferensi Kota- Kota Layak Anak) 2019 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Cologne, Jerman dengan dukungan dari UNICEF. Kegiatan ini menandai peringatan 30 tahun Konvensi Hak Anak dan merayakan pencapaian- pencapaian kota- kota sekaligus masyarakat untuk memastikan bahwa semua anak dapat menikmati hak- hak mereka.

Kegiatan ini akan mengumpulkan anak dan pemuda, walikota, pemimpin lokal, para ahli dan pakar dari kota layak anak dari seluruh dunia untuk mendiskusikan pendekatan yang inovatif untuk meningkatkan aksi dan komitmen lokal dalam mengadvokasi hak anak dan untuk mengidentifikasikan sekaligus berbagi praktik baik dalam tataran lokal. Anak/pemuda mempunyai peran kunci baik dalam persiapan maupun selama kegiatan konferensi berlangsung.

UNICEF Indonesia menominasikan dua delegasi yang mewakili Indonesia dalam event akbar ini. Dua delegasi ini adalah anak dari Surakarta dan Surabaya yang terpilih melalui mekanisme partisipatif baik yang dilakukan oleh kantor UNICEF lokal ataupun mitra kerja. Untuk Kota Surakarta, pemilihan anak dilakukan oleh Sahabat Kapas bekerjasama dengan Forum Anak Surakarta dan Dinas PPPAPM serta Bapppeda.

Hasil dari rangkaian kegiatan workshop telah diusulkan tiga nama anak dan terpilih satu delegasi yakni atas nama Belva Aulia Putri AR (15 tahun, pelajar SMA Negeri 1 Surakarta). Delegasi anak akan mewakili suara dan membawa pesan dari anak Kota Surakarta. Selain itu mekanisme UNICEF global mensyaratkan ada pendamping bagi delegasi anak yang telah mengikuti safeguarding training oleh Unicef.

CFCS di Cologne Jerman

Peserta anak dan pemuda pada Konferensi Kota Layak Anak 2019 di Jerman akan mengikuti rangkaian kegiatan mulai tanggal 14 hingga 18 Oktober di Cologne, Jerman. Berbeda dengan agenda kegiatan untuk umum yang akan dimulai pada tanggal 15, sesi anak dan pemuda dalam konferensi ini dimulai secara resmi pada Senin, 14 Oktober pukul 13.30 di Gurzenich dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan di Adventure Hall Kak yang akan mengajak anak untuk beraktivitas bersama, seperti aktivitas olahraga, team building, dll.

Hari kedua, peserta anak dan pemuda akan berkumpul untuk bertemu dan membahas tentang kolaborasi antar generasi yang aman dan ramah anak, siapa mereka dan mengapa mereka berada di forum tersebut serta belajar mengenai seluk- beluk advokasi. Sore harinya, Konferensi Kota Layak Anak akan resmi dibuka oleh walikota Cologne, perwakilan UNICEF, dan ibu negara Jerman.

Menyambung kemudian adalah plenary session yang akan diisi diantaranya oleh Child and Youth Advisory Board (Dewan Penasihat Anak dan Pemuda), UNICEF Jerman dan UNICEF PFP, para walikota dari kota- kota layak anak, serta seniman muda dan aktivis anti-bullying.

Belva Aulia Putri Ayu sebagai perwakilan Surakarta di konferensi ini akan menjadi salah satu pembicara dalam plenary session pembukaan pada hari Selasa, 15 Oktober 2019 bersama beberapa anggota Dewan Penasihat Anak dan Pemuda lainnya. Mereka akan berbicara mengenai topik “Mengapa Kota Layak Anak Penting dan Berarti Bagi Kami?”

Dua hari berikutnya, peserta akan berpartisipasi dalam beberapa plenary session dan juga sesi paralel dimana mereka akan belajar sekaligus menyuarakan pendapat mereka tentang isu- isu seperti: 20 tahun keberjalanan kota layak anak; kota yang inklusif, parsitipatoris, dan aman; pemerintahan lokal yang ramah anak; pembelajaran yang menyenangkan; pembiayaan yang responsif anak; anak, teknologi dan lingkungan; dan masih banyak lainnya. Perwakilan dari UNICEF, para walikota, akedemia, aktivis, seniman juga akan turut berbicara dan menguatkan narasi tentang usaha- usaha yang telah sukses dan pentingnya upaya berkelanjutkan untuk mewujudkan lebih banyak kota layak anak demi kehidupan anak yang lebih aman, berdaya dan berkualitas.

baca: Doa Restu Walikota untuk Belva Aulia Putri AR

Konferensi akan ditutup dengan pemaparan visi- visi ke depan tentang kota layak anak, refleksi 30 tahun Konvensi Hak Anak, usaha dan dukungan apa yang bisa dilakukan pemerintah pusat dan walikota di level lokal untuk menciptakan kota dan komunitas yang ramah anak, serta apa saja peran anak dan pemuda untuk berkontribusi mewujudkan tujuan bersama tentang kota yang mereka impikan.

Demikian rangkaian partisipasi delegasi anak di forum internasional. Membawa suara dan semangat anak-anak Surakarta. Doa restu dan dukungan Walikota Surakarta menjadi amunisi Belva Aulia menempuh perjalanan lintas benua dan bertukar ide dengan 88 negara peserta lainnya. Mari dukung delegasi FAS di CFCS Jerman 2019. []

%d bloggers like this: