Berikut Makna Monumen 30 Tahun Konvensi Hak Anak

SOLO – Monumen peringatan 30 Tahun Konvensi Hak Anak sedang dalam proses pembangunan, semua ide dan prosesnya disusun oleh anggota Forum Anak Surakarta.

Bahkan semua anggota forum anak melakukan pertemuan beberapa kali sampai lembur agar semua ide dan aspirasi semua anggota terpenuhi.

baca: Partisipasi Delegasi Forum Anak Surakarta di Konferensi Kota Layak Anak, Jerman

Setelah desain dan visualisasi selesai, FAS mempresentasikan desain tersebut kepada Sekretaris Daerah sebagai langkah partisipasi FAS dalam pembangunan monumen ini.

Menurut Ketua Forum Anak Surakarta, Belva Aulia dalam jumpa pers di Loji Gandrung Kamis (14/11/2019) kemarin mengatakan empat figur anak dalam monuman ini terbuat dari tembaga dimana figur tertinggi memegang bola dunia berlambangkan 30 tahun Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak Anak.

“Empat patung menggambarkan 4 hak dasar anak, yakni Hak Hidup, Tumbuh Kembang, Perlindungan dan Partisipasi”, katanya.

Keempat patung anak ini terbuat dari tembaga diukir dengan motif batik, sebagai identitas budaya Indonesia dan posisioning anak Indonesia di mata dunia tambahnya.

Sementara bangunan di bawahnya terdapat media informasi berupa relief perjalanan panjang 30 tahun Konvensi Hak Anak di Surakarta yang berbahan tembaga. Monumen ini sekaliguS menjadi penanda berjalannya 30 Tahun Konvensi Hak Anak di Kota Surakarta.

 

 

%d bloggers like this: