Klinik Ummat Rawat Inap SOLOPEDULI-BPKH Diresmikan

SUKOHARJO – Kesehatan adalah rejeki dan anugerah yang tak ternilai dari Allah SWT. Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat kedua terbaik setelah iman.  Sebagian besar Ibadah dalam Islam membutuhkan kondisi tubuh yang kuat, seperti shalat, puasa dan pergi haji, semua membutuhkan kondisi tubuh yang sehat.

Pendirian Klinik Kesehatan SOLOPEDULI, sesuai dengan enam asnaf yang menjadi ruang gerak program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).  Layanan kesehatan gratis untuk umat di Desa Manang Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Jawa tengah ini, sesuai dengan visi BPKH, memberdayakan dan memberikan kesejahteraan bagi umat.

Dalam peresmian ini, perwakilan BPKH, Iskandar A Zulkarnain turut hadir dan meresmikan acara tersebut. ”Yayasan SOLOPEDULI adalah bukti kerja keras yang nyata dan upaya perubahan untuk memotong permasalahan yang timbul dari kondisi yang tidak menguntungkan di wilayah sekitar.  Aktivitas kegiatan sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan SOLOPEDULI membuat BPKH berkomitmen melakukan sinergi untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

”Kesehatan tentunya bukan hanya milik mereka yang memiliki harta.  Sudah saatnya kita mencari upaya memanusiakan sesama makhluk tuhan yang memiliki rasa welas asih untuk mengasihi sesama. Antrian Panjang warga Dhuafa pada saat pertama kali diresmikan tanggal 18 Mei 2019 lalu, membuat kami yakin  upaya pengobatan gratis yang dihadirkan BPKH, Yayasan SOLOPEDULI, dan Lembaga lainnya adalah sebuah upaya tepat untuk Bersama membuat perubahan di negeri tercinta. Semoga dengan makin lengkapnya fasilitas dan layanan yang diberikan Klinik SOLOPEDULI ini, kondisi kesehatan masyarakat yang kurang mampu disekitar wilayah Solo ini dapat menjadi lebih baik.  Dengan kondisi yang sehat, dapat beribadah, berkarya, dan berkumpul keluarga dengan bahagia,” jelasnya.

Acara peresmian Klinik Rawat inap ini juga disemarakkan dengan acara khitan yang diikuti oleh 20 anak-anak dhuafa dan yang membutuhkan. Mereka berasal dari wilayah sekitar Klinik SOLOPEDULI dan beberapa dari Klaten, Sragen dan sekitarnya. Acara digelar di Klinik Ummat SOLOPEDULI di Jl. Songgo Budi No 11-9, Dusun I, Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Ahad (15/12).

Salah satu orangtua peserta, Ibu Daryanti (40 tahun), menyampaikan sangat senang dengan adanya klinik ini karena ia mengalami sakit-sakitan selama beberapa tahun ini dan hanya bisa membeli obat warung. ”Sebenarnya saya datang ke sini hanya untuk mengantarkan anak saya Bayu (12 tahun) yang mau khitan, Alhamdulillah ternyata klinik ini bisa memberikan pelayanan gratis tanpa sepeserpun, saya jadi ikut berobat, terimakasih banyak SOLOPEDULI untuk pelayanan dan obat gratisnya dan terimakasih juga karena anak saya bisa khitan di sini secara gratis dan mendapatkan bingkisan dan santunan,” ungkap Ibu Daryanti.

”Tadi khitannya sakit sedikit, ini saya mendapat bingkisan dan uang santunan, terimakasih SOLOPEDULI,” ungkap  Bayu. Bayu dan teman-teman juga mendapatkan dongeng motivasi dari pendongeng, Kak Wi.

Klinik Ummat SOLOPEDULI ini dilengkapi dengan ruang Rawat Inap sebanyak 4 ruang, Ruang KAI, Ruang persalinan, ruang IGD, Ruang CSSD, ruang lab. Ada 3 orang dokter yang bertugas secara bergantian, 4 bidan, dan 4 perawat. Klinik ini membuka pelayanan 24 jam dengan penyediaan layanan ambulan. “Antusias warga sekitar sangat tinggi, bulan November (2019) ada sebanyak 235 pasien yang datang untuk periksa dan berobat,” ungkap salah satu perawat Klinik Ummat, Emmi.

”Semoga dengan turunnya ijin Ranap Klinik ummat ini, semakin menambah nilai lebih SOLOPEDULI dalam mengabdi kepada  masyarakat di bidang kesehatan. Dengan fasilitas yang lengkap baik tenaga medis, sarpras, dan ambulan.  Masyarakat sudah tidak jauh-jauh membawa keluarganya ke RS, dengan berbagai konsekuensi salah satunya nyawa. Keberadaan Klinik Ummat tentu menjadi solusi dalam hal ini. Selain itu, kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak-pihak donatur yang ikut serta dalam berdirinya Klinik Ummat SOLOPEDULI, baik lahan, fisik bangunan, maupun yang lain. Semoga Allah limpahkan keberkahan kepada kita semua. yang tak kalah penting, peresmian rawat inap Klinik Ummat SOLOPEDULI ini di barengan dengan mengkhitan 20 anak,” jelas Direktur Utama SOLOPEDULI, Sidik Anshori.

%d bloggers like this: