FSRD UNS Pamerkan Hasil Karya Mahasiswa

SOLO – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuka pameran hasil karya mahasiswa dari tanggal 23-24 Desember 2019 di gedung Galeri FSRD UNS. Dekan FSRD UNS Dr Rahmanu Widayat membuka acara pameran GrafFot dengan didampingi Wakil Dekan bidang kemahasiswaan FSRD Dr Nooryan Bahari dan para dosen pengampu Mata kuliah studio Grafis.

Bertemakan GrafFot (Grafis X Fotografi Hasil karya mahasiswa yang di pameran berupa Performance art dan live music pada hari pertama dan hari kedua dibuka open gallery dan workshop woodcut.

Dalam pembukaannya Dekan FSRD UNS Dr Rahmanu Widayat mengatakan sangat bangga dan senang dengan terlaksananya kegiatan ini dengan menunjukkan hasil-hasil karya mahasiswa seperti seni grafis dan fotografi yang dipamerkan dalam wujud pameran GrafFot. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan sesering mungkin supaya bisa menambah jam terbang dan pengalaman mahasiswa.

“GrafFot  adalah sebuah pameran hasil studi praktek dasar fotografi dan studio grafis. Dasar artinya baru belajar mengenal, memegang, membau, merasa, menggunakan lalu menyatukan dengan ide dan gagasan sehingga tercipta sebuah karya kreatif yaitu karya Seni”, ujar Dosen pengampu mata kuliah Grafis FSRD Dyah Yuni.

“Pameran ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami selama belajar di studio. GrafFot merupakan kolabirasi studio Grafis dan studio Foto yang dipersembahkan oleh mahasiswa Seni Rupa Murni, FSRD UNS. Meski semua masih di taraf dasar, namun pameran dan bazar ini dijadikan pijakan untuk memupuk semangat percaya diri yang tinggi di kalangan mahasiswa seni rupa murni, mendobrak pemikiran yg terkungkung,  dan mencoba memikirkan “mau dikemanakan karya ini setelah dibuat?”. Lanjut Dyah Yuni.

Lebih lanjut ketua panitia pameran GrafFot Muhammad Sofyan mengatakan sangat mengapresiasi dukungan para pimpinan fakultas mendukung kegiatan mahasiswa seperti ini. Semoga hasil karya mahasiswa ini akan mampu berkompetisi di era modern ini dan tujuan pameran ini bisa mencetak perupa-perupa baru.

%d bloggers like this: