LDA Kraton Surakarta Bagikan Zakat Fitrah kepada Ratusan Abdi Dalem

SOLO – Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta mengadakan kegiatan pembagian zakat fitrah yang diberikan kepada para abdi dalem dan sentono dalem yang membutuhkan.

Kegiatan tahun ini sendiri agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya biasanya sebelum pembagian zakat fitrah ada tausiah dari ulama kraton sebagai rangkaian acara pembagian zakat fitrah. Namun  karena saat ini kota Surakarta masih berstatus KLB Corona, maka rangkaian acaranya berubah menjadi hanya pembagian zakat fitrah saja dan waktunya pun tidak bersamaan tetapi di jadwal dibagi menjadi tiga hari mulai hari ini Senin 18 Mei 2020 sampai dengan Rabu 20 Mei 2020.

Dalam Pembagian zakat fitrah para abdi dalem diminta untuk mencuci tangan, menggunakan masker dan diberlakukan  jarak social distancing. Untuk menyikapi agar tidak  terjadi kerumunan abdi dalem dalam waktu yang bersamaan kami juga mengatur jadwal hari maupun jamnya.

“Setiap hari kami membagikan kepada Abdi dalem sekitar 125 bingkisan sembako. Belum termasuk Abdi dalem Imogiri yang kami kirimkan langsung ke Imogiri sekitar 80 orang  dan juga abdi dalem kunci juru kunci yang berada di luar kota kami kirimkan secara langsung,” ungkap KRT Sulistyo Wartonagoro tim LDA Kraton Surakarta.

Sementara itu, Putri PB XII GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) menyampaikan, pemberian zakat fitrah kepada abdi dalem ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak raja-raja terdahulu. Hal ini juga sebuah kewajiban kerabat keraton untuk memberikan zakatnya kepada abdi dan sentono dalem yang dianggap lebih membutuhkan.

“Kita sebagai umat Islam wajib membayar zakat. Kami juga berharap bisa memberikan kepada orang lain tetapi baru  bisa memberikan kepada abdi dalem kita yang juga sangat membutuhkan. Kita serahkan khususnya kepada abdi dalem kraton surakarta hadiningrat,” ungkap Gusti Moeng.

Abdi dalem yang menerima zakat fitrah sekitar 480 orang. Mereka bekerja di dalam keraton serta yang menjaga makam keluarga keraton yang ada di berbagai daerah.

“Zakat fitrah berasal dari sentana (kerabat) yang peduli dengan abdi-abdi dalem Keraton,” kata Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti moeng).

Gusti Moeng dalam kesempatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada abdi dalem untuk terus menjalankan tugas dan kegiatan. Kendatipun saat ini mereka tidak bisa masuk untuk bekerja di dalam Keraton.

“Ada diluar, tidak apa apa. Para Abdi dalem bekerja sesuai dengan tugas, kemampuan dan bidang masing. Gusti moeng juga berpesan kepada abdi dalem  selama pandemic covid-19 tetap selalu menjaga kesehatan dan sebisa mungkin bekerja dari rumah dan apabila mendesak harus keluar rumah selalu menggunakan masker dengan rajin cuci tangan dgn sabun untuk menjaga kesehatan dan mengurangi penyebaran covid-19” tandasnya.

Meskipun tiga tahun tetakhir belum bisa masuk ke dalam kraton untuk bekerja seperti sebelum- sebelumnya, selama ini bersama Sentono mengembangkan budaya Jawa melalui sanggar seni, tari, pranoto Basa Jawa, Kerawitan dan seni pedalangan. Pihaknya berharap memikirkan nasib para abdi dalem Keraton yang selama ini juga sebagai simbul kebudayaan.

Pada kesempatan ini juga diminta absen untuk bisa menerima gaji bulan ini yang direncanakan hari Rabu sudah di rekening para abdi dalem dan juga sentono dalem.

Salah seorang abdi dalem prajurit KRT Alex Pradnjono Rekso Yudo 58 tahun warga Joyontakan, Serengan mengatakan dia merasa bersyukur sekali atas pembagian sembako  zakat fitrah kali ini dan berterima kasih banyak kepada GKR Wandansari selaku ketua lembaga dewan adat (LDA) Keraton surakarta yang masih sangat peduli memikirkan nasib para abdi dalem.

Pria yang kesehariannya berjualan waedangan ini mengaku sepi penjualan akibat covid-19.

“Dengan adanya zakat fitrah dari LDA Kraton surakarta sangat membantu keberlangsungan hidup khususnya para abdi dalem seperti kami ini,” tuturnya.

%d bloggers like this: