Too Fast, Too Kill You

Semua pengusaha pasti ingin usahanya menjadi besar. Itu pasti. Tapi yang sering dilupakan adalah terburu-buru menjadi besar tetapi belum saatnya untuk menjadi besar.

Beberapa teman saya tumbang karena hal tersebut. Baru buka warung soto berjalan beberapa bulan, dengan omzet yang sudah lumayan, lantas tancap gas membuka beberapa cabang warung soto di tempat lainnya.

Apa yg terjadi, justru semuanya tumbang tak tersisa. Sedih bukan? Kenapa bisa seperti itu? Waktu kita mendiskusikannya, kita sampaikan berkali-kali kepada ownernya, urusan internal saja masih kedodoran. Mulai rasa yang berubah-ubah, repeat order belum terbukti/terdata berapa persen, masalah SDM yang tidak jujur, sering bocor keuangan, sikap menyambut customer yang tidak ramah, penataan tempat, media promosi, dsb.

Dengan kondisi internal yg kedodoran alias belum selesai itulah yg membuat warung sotonya berantakan, padahal omzetnya sudah tembus 5 jt/hari. Sudah lumayan bukan? Untuk ukuran warung rintisan.

Nah, buat kamu yang sedang merintis usaha. Kususnya kuliner, waktu uji coba itu sekitar minimal 3 bulan, apakah pengunjung balik lagi atau tidak, karena 3 bulan pertama itu adalah masa orang penasaran untuk mencicipi, kalau cocok akan kembali, tetapi pastikan bahwa rasa tidak berubah, pelayanan masih prima dsb.  Pastikan urusan dapur/internal harus stabil alias selesai dulu, baru berpikir untuk membesarkannya lewat buka cabang/franchise. Karena jika tidak, too fast too kill you…

 

Aries Adenata
(Brand Activist)

%d bloggers like this: