EkBiz

Walikota Surakarta Terima Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

SOLO – Dalam rangkaian kegiatan Mider Projo, Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo bersama Muspida Kota Surakarta dan Jajaran OPD Kota Surakarta melakukan peninjauan penataan permukiman di kawasan Semanggi RW 01 Kelurahan Mojo, Jum’at (11/09/2020).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta, Taufan Basuki Supardi, menyampaikan bahwa penataan permukiman di kawasan perkotaan saat ini fokus pada percepatan pencapaian standar untuk layanan perkotaan yaitu kota hijau, kota yang aman, tangguh, inklusif dan cerdas.

“Diharapkan Kota Solo, bebas kumuh sesuai dengan program nasional 100-0-100, 100% untuk layanan sanitasi, 0% untuk kawasan kumuh dan 100% untuk layanan air bersih,” Imbuhnya. Penataan permukiman di kawasan Semanggi RW 01 Kelurahan Mojo meliputi pengadaan sejumlah 56 unit rumah.

Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo bersama Muspida Kota Surakarta dan Jajaran OPD Kota Surakarta melakukan peninjauan penataan permukiman di kawasan Semanggi RW 01 Kelurahan Mojo, Jum’at (11/09/2020).
Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo bersama Muspida Kota Surakarta dan Jajaran OPD Kota Surakarta melakukan peninjauan penataan permukiman di kawasan Semanggi RW 01 Kelurahan Mojo, Jum’at (11/09/2020).

Pada kesempatan ini, Walikota Surakarta menyampaikan terimakasih kepada PT. PLN UP3 Surakarta yang telah menyalurkan CSR-nya untuk perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga masyarakat yang membutuhkan.

PLN UP3 Surakarta menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sebesar 50 juta rupiah. Walikota Surakarta berharap bantuan ini dapat memicu instansi lainnya untuk ikut membantu perbaikan rumah tidak layak huni di Kota Surakarta melalui program CSR-nya.

Pak Rudy, panggilan akrab Walikota Surakarta, menyampaikan kepada segenap warga masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan memakai masker ketika keluar rumah. Beliau mengingatkan bahwa saat ini sudah akan dimulai operasi yustisi, dan bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi membersihkan sungai.

“Kalau keluar rumah, saya mohon untuk menggunakan masker, dan masker dipakai untuk menutupi mulut dan hidung” katanya.