Dari Jawa Tengah Mendunia, Produk ‘MakanKu’ Resmi Dilaunching Ganjar Pranowo

SOLO – Makanan siap saji sehat, berteknologi, dan higienis, MakanKu, secara resmi dilaunching Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, secara virtual, Kamis (17/9) di warung new normal MakanKu, warung anti covid 19, yang berada di jalan Slamet Riyadi, No 300, Solo.

Makanan kemasan produksi PT Halalan Thoyiban, milik pengusaha nasional, Puspo Wardoyo ini hadir cukup menggebrak dunia kuliner siap saji nasional, dengan revolusi industri makanan siap saji pertama kalinya di Indonesia, yang menggunakan teknologi Self Heating Pad, yaitu sebuah pemanas air untuk memasak yang tidak memerlukan sentuhan api dan listrik.

Launching Makanku, dilakukan secara daring lewat Zoom yang dilanjutkan dialog dengan sejumlah nara sumber yang berkompeten di bidangnya, mulai dari pemilik Makanku Puspo Wardoyo, selaku pengusaha kuliner, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Makanku Sugiri, Perwakilan LIPI dari Jogjakarta Asep Nurhikmat dan Rendi Panca dari BATAN selaku peneliti, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Dr Ir Eny Hermayani, selaku akademisi, Iskandar Zulkarnaen, Direktur Investasi Dalam Negeri BPKH , dan perwakilan BPOM Semarang.

Peresmian Warung Makan MakanKu melalui daring dihadiri sejumlah akademisi
Peresmian Warung Makan MakanKu melalui daring dihadiri sejumlah akademisi

Mengusung tema “Dari Jawa Tengah Mendunia”, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengungkapkan perasaan gembiranya atas hadirnya produk MakanKu, sebuah produk inovativ dan kreatif yang mampu muncul di mas-masa sulit seperti saat ini.

Hadirnya MakanKu, akan memberikan semangat dan mengobarkan kebaikan agar menatap optimisme di tengah masa pandemi ini. Ganjar sangat menghargai orang yang mau memutar otak untuk mencari jalan keluar dari masa sulit dan itu merupakan tindakan inspiratif yang bisa dicontoh untuk membangunkan semangat.

“Selamat Makanku semoga orang bisa makan sebanyak banyaknya, halal, mudah mudahan produknya gampang ditemui. Dan yang terpenting dalam produksinya mempekerjakan orang banyak. Karena saat ini banyak orang yang tidak bisa makan bukan karena sakit perut apa sakit gigi, namun tidak ada yang bisa dimakan.”tandas Gubernur.

Ganjar melihat produk Makanku dikemas secara bagus dan dapat dimasak dengan cepat. Makanan ini tidak hanya bisa digunakan untuk kebutuhan yang bersifat massal namun juga bisa untuk wisata maupun kondisi bencana. Hali ini perlu disampaikan ke publik.

“Tadi banyak pilihan makanan yang ditawarkan dan sekarang sudah siang hampir Dzuhur dan promo makannya bikin ngiler dan ngeces kita yang di sini. Sayangnya kita disuruh promo tapi tidak ada makanannya. Mudah mudahan saya bisa menemuinya,”kata Ganjar sambil bergurau.

Ganjar bangga dan mendukung produk inovatif ini dan diharapkan bisa menjadi andalan dan  bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, negara dan untuk kemanusian.

Sementara menurut Puspo Wardoyo, produk Makanku dibuat untuk menjawab tantangan terkait permasalahan makanan yang dialami para jamaah haji dari Indonesia . Banyak kendala yang dihadapi terutama saat di Jeddah. Seperti makanan yang dibagikan menjadi basi karena panjangnya waktu pendistribusian serta rasa yang tidak sesuai lidah jamaah haji Indonesia.

Puspo Wardoyo pun akhirnya melakukan riset selama 4 tahun bersama sejumelah stekholder baik akademisi, peneliti, BPOM, dan pihak pihak lain untuk dapat menghasilkan makanan siap saji, higienis, dan sehat tanpa bahan pengawet, hingga hadirlah MakanKu. Makanan ini bisa digunakan untuk jamaah haji yang jumlahnya ribuan, untuk bencana bahkan saat pandemi covid 19 ini.

Sesuai dengan keinginan presiden Joko Widodo agar Indonesia mempunyai kontribusi makanan dari Indonesia saat musim haji, MakanKu pun telah disiapkan untuk kegiatan jamaah haji.

Puspo Wardoyo Pemilik Warung Makan MakanKu Melakukan Diskusi Online Bersama Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9).
Puspo Wardoyo Pemilik Warung Makan MakanKu Melakukan Diskusi Online Bersama Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9).

Puspo pun menjadikan ukm-ukm terutama makanan tradisional untuk dijadikan anak angkat. Untuk dapat dikemas seperti Makanku. Agar makanan tradisional tidak punah dan kalah dengan fast food dari luar negeri.

“Kami berharap pemerintah terus membantu kami dalam pengembangan Makanku terutama dari BPOM dengan memberikan kemudahan dalam perijinan. Dari 100 makanan yang diajukan untuk dikemas baru 5 yang mendapat ijin,” jelas Puspo.

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Dr Ir Eny Hermayani  mengatakan bahagia dan bangga serta memberikan apresiasi setinggi tingginya atas kehadiran produk Makanku di tengah masyarakat dan di tengah masa pandemi Covid 19. Sebab produk ini praktis,higienis dan mengangkat keindonesiaan dengan variasi makanan tradisional yang luar biasa.

“Dampaknya bagi pelestarian dan pengembangan makanan tradisional di Indonesia dan bisa menjadi tonggak sejarah bagaimana makanan tradisional dapat diperoleh,disebarluaskan,dilestarikan dan dikembangkan di seluruh dunia tidak hanya di Indonesia saja,”kata Eny.

Makanan ini juga menimbulkan multi efek bagi petani,beras organik,bahan lokal,umkm sehingga dapat meningkatkan denyut nadi pertanian. Fakultas Teknik Pertanian UGM sangat mendukung sekali.

Selain itu, kontribusi lain dari Lembaga Penelitian Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI),  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) serta Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) dalam mensuport Makanku menjadi makanan yang inovatif,hiegienis,sehat dan bergizi.

 

%d bloggers like this: