Junior Animator

Sejak pagi, Kak Dodi sudah sibuk di depan laptopnya. Mama sampai menyiapkan sarapan di dekat mejanya. Kak Dodi akan mengikuti lomba karya animasi antar SMK tingkat Provinsi.

“Ngapain, ya, enaknya?” gumam Arul. Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 11.00.

“Kak, pinjam bukunya, ya?” Arul minta izin mengambil beberapa buku di rak milik Kak Dodi.

Setelah menemukan buku yang ia pilih, Arul membaca sebentar lalu mengambil buku gambar miliknya.

Krucuk… krucuk…

Cacing di perut Arul sudah protes minta makan.

“Kakak, Arul buatin mie goreng, ya?” tanya Arul.

Kak Dodi hanya mengangguk. Matanya masih tertuju di layar laptopnya. Tangannya sibuk membolak-balik buku tebalnya.

Arul pun bergegas ke dapur. Ia membuat mie goreng dan dua gelas es jeruk.

Tiba-tiba…

Dhuaaaaar!

Terdengar suara ledakan dari luar. Bersamaan dengan itu lampu mati.

“Haaaaa… kerjaankuuu!” teriak Kak Dodi.

Arul bergegas lari ke depan rumah, penasaran dengan apa yang terjadi. Ternyata, kata Pak RT ada trafo yang meledak dan menyebabkan konsleting listrik.

Arul kembali masuk ke rumah. Kak Dodi mengacak-acak rambut.

“Huaaaaa, baru sebagian yang aku save! Baterai laptop pas habis,” teriak Kak Dodi panik, tangannya masih memegang charger, mau dimasukin stop kontak. Tapi, listrik keburu padam.

“Terus gimana dong, Kak?” tanya Arul, ikut-ikutan panik.

“Ya, harus ngulang lagi. Hffft…” Kak Dodi menyesali kecerobohannya. Kenapa tadi tidak langsung disimpan. Kenapa tadi menunda-nunda nyolokin charger laptop. Begini deh akibatnya.

“Tenang, Kak. Nanti Arul bantuin. Sekarang kita makan siang dulu, yuk! Mie goreng spesial buatan Arul sudah selesai,” kata Arul coba menenangkan.

Arul pun berlari ke dapur lalu mengambil dua mangkok mie goreng dan dua gelas es jeruk buatannya. Mereka pun makan siang bersama.

“Hmm… slruuup, segaaarnya…,” kata Kak Dodi, es jeruk di gelasnya hampir habis.

Setelah selesai, Arul membereskan semuanya. Ia memang anak yang rajin. Kak Dodi kembali ke meja belajarnya.

“Jadi, apa yang bisa Arul bantu, Kak?”

Kak Dodi lalu menjelaskan apa yang bisa Arul bantu. Salah satunya menggambar tokoh. Arul sangat senang karena bisa terlibat dalam proyek animasi Kak Dodi yang akan diikutkan lomba.

Arul menggambar di buku sketsa milik Kak Dodi. Sambil menunggu listrik kembali nyala, kakak-beradik itu sibuk merancang adegan para tokoh di game yang mereka buat dan alur ceritanya.

baca: Gadis Cilik Penulis Diary

Satu jam kemudian, listrik baru menyala.

Kak Dodi kembali bekerja di depan laptop kesayangannya. Arul membantu semampunya.

***

“Yes, akhirnya selesai juga! Eh, Arul, coba ke sini!” seru Kak Dodi.

Arul mendekati meja belajar Kak Dodi.

“Coba mainkan!” perintah Kak Dodi sambil memberikan ‘mouse’ laptopnya ke Arul.

Arul memainkan game “Catch the Coins”. Ada tokoh yang dimainkan oleh Arul. Tokoh itu memakai jas dan bertugas mengambil koin-koin emas. Ia harus menyelamatkan koin-koin emas yang dirampok oleh penjahat.

“Wah, Kak. Ini kereeen bangeeet!” seru Arul.

Kak Dodi menepuk dadanya. Lalu senyumannya mengembang bahagia.

“Ajarin Arul bikin game kayak gini dong, Kak!” rengek Arul.

“Ini game-nya masih sederhana. Kamu tahu Doraemon, Spiderman, Avenger, Transformer?” tanya Kak Dodi.

Arul mengangguk cepat. Itu film-film kesukaan Arul.

“Film-film itu adalah produk animasi,” kata Kak Dodi.

Kening Arul berkerut. Ia kurang paham dengan kata-kata kakaknya itu.

Lalu, Kak Dodi menjelaskan kalau produk animasi itu dibuat oleh seorang animator.

Kak Dodi menunjuk tulisan di buku tebalnya. Di sana tertulis, “Animasi adalah kumpulan banyak gambar atau frame yang diurutkan dan ditampilkan dengan sangat cepat sehingga menghasilkan ilusi gerakan.”

Arul mengangguk-angguk paham.

“Suatu hari nanti Kakak harus bisa membuat film-film animasi seperti itu. Makanya Kakak suka latihan membuat tokoh-tokoh animasi, lalu bikin game-game sederhana. Kakak ingin jadi seorang animator kelas dunia,” jelas Kak Dodi, penuh semangat.

“Oh, kayak Om Aaq dong, Kak? Om Aaq kan juga jadi animator,” sahut Arul. Ia mendadak ingat dengan adik Papanya itu.

“Pintar sekali kamu! Ya, Kakak ingin seperti Om Aaq. Om Aaq sudah sering ke luar negeri untuk ikut lomba, karyanya sudah banyak dan keren-keren,” timpal Kak Dodi.

Om Aaq punya perusahaan animasi. Banyak animator profesional yang bekerja di sana. Arul dan Kak Dodi pernah diajak Om Aaq main ke perusahaannya. Mereka pun sering mendapatkan CD berisi game-game edukatif buatan Om Aaq.

“Arul jadi kangen sama Om Aaq,” ucap Arul.

Sudah dua bulan ini Om Aaq di Jepang. Perusahaan animasinya mendapatkan undangan untuk mengikuti workshop pameran di sana. Namun, Om Aaq batal pulang ke Indonesia karena pandemi Corona.

“Eh, video call Om Aaq aja, yuk!” Kak Dodi bergegas mengambil smartphone miliknya.

“Assalamu’alaykum. Om Aaq, apa kabar? Lagi sibuk apa, Om?” sapa Kak Dodi. Arul turut melambaikan tangannya ke layar. Mereka ngobrol sambil melepas kangen.

“Om, komentarin game buatan Dodi dong,” pinta Kak Dodi.

“Ada gambar buatan Arul juga lho, Om! Arul tadi ikut bantuin Kak Dodi,” ucap Arul bangga.

Om Aaq memerhatikan dengan teliti saat kedua ponakannya itu memainkan game buatan mereka. Lalu Om Aaq memberikan komentar dan tips-tips agar game buatan Kak Dodi makin seru, unik, dan menegangkan. Arul ikut memperhatikan penjelasan Om Aaq. Om Aaq juga menunjukkan beberapa karya terbarunya yang kemarin dipamerkan di Jepang.

Wah, ternyata asyik juga pekerjaan seorang animator! Seru Arul dalam hati.

Setelah beberapa kali diperbaiki, akhirnya game buatan Kak Dodi selesai juga. Kak Dodi tersenyum puas. Game buatannya jadi lebih keren.

“Alhamdulillah, selesai. Tinggal burning ke-CD, lalu kirim ke panitia lomba!” seru Kak Dodi penuh semangat.

“Kalau besok menang, Arul jangan lupa ditraktir lho, Kak!” kata Arul sambil terkekeh.

Kak Dodi mengacungkan jempolnya.

 

Norma Keisya Avicenna. Terlahir kembar pada tanggal 2 Februari 1987. Sejak 2013 mendirikan sebuah komunitas sekaligus markas pelatihan menulis cerita untuk anak-anak, yaitu DNA Writing Club di kota Semarang. Alhamdulillah, 50-an buku (baik solo maupun antologi) sudah ditulis. Penulis bisa dihubungi di:

  • WA: 085647122033
  • IG/Twitter: @keisyaavicenna
  • FB: norma keisya avicenna
  • Blog: www.keisyaavicenna.com

 

%d bloggers like this: