Mensos Minta Kepala Daerah Perbaiki Data Penerima BST

SOLO – Menteri Sosial, Tri Rismaharini meminta kepada 40 Kepala Daerah di seluruh Indonesia untuk segera memperbaiki data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Data penerima BST tersebut harus dipadankan dengan data kependudukan, jika data tidak sesuai dengan data kependudukan dikhawatirkan akan salah sasaran. Hal ini dikatakan Mensos saat meninjau penyaluran BST di Solo.

Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Menteri PKM Muhadjir Effendi mendatangi langsung pembagian bantuan sosial tunai, BST di Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres. Jumat (29/1/2020). Mereka didampingi Walikota Surakarta Fx Hadi Rudiyatmo. Dalam kesempatan itu Mensos juga berbincang bincang dengan warga penerima bantuan.

Lebih lanjut Mensos mengatakan belum ada kesesuaian data penerima BST yang dimiliki oleh Pemerintah pusat dengan Pemkot maupun Pemkab. Sehingga Mensos mengharapkan daerah untuk segera mencocokkan data mereka dengan data kependudukan. Mensos meminta kepada Kepala Daerah untuk segera memperbaiki data penerima BST. Ada 40 kepala daerah yang disurati oleh mensos untuk segera memperbaiki data.

Menurut Risma jika data penerima BST tidak sesuai dengan data kependudukan dikhawatirkan akan tidak tepat sasaran.

baca: Hasil Bulan Dana PMI Tahun 2020 Capai Rp 1 Miliar Lebih

“Perbaikan sudah mulai dilakukan minggu pertama dan kedua bulan januari 2021. Jumlah data yang masuk ke Kemensos ada sebanyak 560 ribu penerima BST di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di Solo ada tiga jenis bantuan tunai disalurkan untuk keluarga penerima manfaat, KPM yang tersebar di 5 kecamatan. Dengan rincian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai 6,17 miliar rupiah untuk 33.950 KPM. PKH sebesar 11,13 miliar rupiah untuk 16.421 KPM dan BST sebesar 18,15 miliar untuk 60.511 KPM.

 

%d bloggers like this: