Solo Raya

Nyekar ke Imogiri, Gusti Moeng: Semoga Konflik Keraton Selesai

SOLO – Pasca keluar dari Keraton Surakarta Sabtu sore 12 febuari 2021 yang sebelumnya terkunci di dalam. Hari Minggu 14 febuari 2021 Gusti Moeng bersama sentono maupun abdi dalem langsung bertolak ke makam-makam para leluhur tanah Jawa khususnya Keraton Mataram Surakarta di Pajimatan Imogiri Bantul Yogyakarta.

Di ketahui bahwa sebelumnya  Gusti Moeng sapaan akrab GKR. Koes Moertiyah Wandansari terkurung di dalam karaton bersama GKR. Timoer Rumbai Kusuma Dewayani yang tak lain adalah Putri Kandung tertua PB XIII Hangabehi dan dua abdi dalem Bedhaya dan satu setnono dalem.

Pasca konflik 2017 yang berujung pengusiran yang di bantu 2200  personil TNI-Polri 15 April 2017 Gusti Moeng dan para gusti-gusti yang lain (adik-adik kandng PB XIII) bersama sentono dalem tak lagi dapat akses masuk ke dalam Keraton Surakarta dengan alasan tidak mendapatkan izin dari Sinuwun PB XIII.

Sehingga kegiatan aktifitas adat dan budaya yang berada di dalam Keraton tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan tertutupnya semua akses masuk bagi sentono dalem, abdi dalem garap (abdi dalem yang bekerja setiap harinya di dalam karaton).

“Tak sampai disitu kegiataan pengembangan budaya dan penelitian dari universitas, mahasiswa yang ingin belajar di Sasana Pustaka juga terhenti. Sekarang malah tidak tahu kondisinya seperti apa di dalam  Sasana Pustaka yang berisi dokumen, naskah-naskah kuno yang mejadi warisan budaya leluhur tanah jawa khususnya karaton surakarta,” ujar Gusti Moeng.

Akibat polemik yang berpanjangan yang tak tahu kapan selesainya ini berdampak besar bagi pelestarian dan pengembangan budaya jawa khususnya Keraton Surakarta.

“Ini kerugian luar biasa bagi Kami masyarakat adat Keraton Surakarta dan seluruh masrarakat Indonesia. Pasalnya semua akses terkunci dan Kami kemarin saat masuk ke dalam karaton hendak menemui kepala BPK kerana sebelumnya saya mendengar kabar ada mobil Plat RI 10 yang tak lain adalah mobil dinas Kepala BPK. Karena sebelumnya kami mengetahui bahwa BPK telah mengirimkan Surat kepada Keraton Surakarta menanyakan SPJ tahun 2018. Artinya ada permasalahan yang belum terselesaikan disitu,” tambahnya.

baca: 3 Hari Terkunci 2 Putri Raja Akhirnya Bisa Keluar dari Keraton

“Lha ini tiba-tiba kepala BPK datang ke kraton dalam angka apa? Apakah silaturahmi, kunjungan, wisata atau apa? Karena Sinuwun PB XIII masih ada permasalahan yang belum terselesaikan dalam hal SPJ itu,” sambung Gusti Moeng.

Lanjut Gusti Moeng, hikmah dari kejadian kemarin saat saya bisa masuk kedalam karaton adalah akhirnya kami jadi mengerti kondisi di dalam Keraton pasca pengusiran 2017 konsisinya sangat memprihatinkan sekali. Banyak yang bangunana cagar budaya yang rusak, tidak terawat dan ada upaya pembiaran dari yang herkuasa saat ini di dalam Keraton dan sebagian besar sudah berhasil saya dokumentasikan.

“Hari ini saya langsung ke makam para leluhur untuk mendoakan para leluhur dan meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Keraton Surakarta  kembali baik, aktivitas budaya terus berjalan dan rukun damai semuanya. Serta dijauhkan dari marabahaya maupun orang-orang yang tidak berkepentingan yang mengaku utusan raja, yang malah justru memperkeruh suasana Keraton Surakarta dan menghambat perdamaian antara kakak dan adik,” pungkasnya.

%d bloggers like this: