Pembangunan Wisata Cepogo Cheese Park Resmi Dimulai

BOYOLALI – Pada ujung masa jabatannya yang tinggal tiga hari saja Bupati Boyolali, Seno Samodro meresmikan dimulainya kegiatan pembangunan investasi.

Pembangunan destinasi wisata bernama Cepogo Cheese Park ini merupakan kolaborasi PT. Aneka Karya Boyolali dengan Cimory Group.

Saat ini pekerjaan yang berlokasi di Desa Genting, Kecamatan Cepogo sudah dimulai dengan penataan lahan.

PT Cisarua Mountain Dairy, sebuah produsen susu olahan dan susu fermentasi bermerek Cimory, akan segera hadir di Kabupaten Boyolali.

Pembangunan tahap awal pada lahan seluas 1,6 hektar dari tujuh hektare yang telah dipersiapkan ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 7 Miliar yang akan dibangun di wilayah Kecamatan Cepogo.

Bupati Seno menjelaskan bahwa dengan visi misi Boyolali Pro Investasi maka pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu agar investor nyaman menanamkan modal di Kota Susu.

Masyarakat juga diminta untuk ikut mensukseskan investasi agar perekonomian masyarakat sekitar bisa lebih baik.

“Harapan saya ini nanti akan menggali efek yang besar kepada masyarakat Cepogo karena kita sudah menyiapkan pro investasi, mari kita tunjukan dengan sikap dan perilaku. Masyarakat agar welcome terhadap investasi ini,” ujar Bupati Seno di kediamannya di wilayah Kecamatan Boyolali, Senin (15/2/2021) siang.

Sementara itu, General Manager PT Cimory, Agus Purwoko Jati menjelaskan dipilihnya lokasi di Kecamatan Cepogo karena kecamatan tersebut memiliki potensi alam yang memadai.

Salah satunya kondisi alam Kecamatan Cepogo yang cukup baik untuk perkembangan sapi perah.

baca: Pohon Kurma Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Obat Rindu Nuansa Makkah

“Memilih Cepogo karena cocok dengan sapi. Disana ketinggian lebih dari 1.000, sapi perah ini adaptasi lebih bagus kalau diatas 1.000,” katanya.

Selain itu, ketersediaan air di daerah tersebut terbilang cukup baik disertai dengan banyaknya tanaman hijau sebagai sumber makanan sapi perah.

Informasinya proyek akan dibangun secara bertahap diawali 1,6 hektar awal terdiri dari lahan parkir untuk ratusan mobil dan bus, loket tiket, restoran hidangan khusus berbahan dasar protein baik susu, daging, telur.

Selain itu ada akan dibangun berbagai wahana seperti rumah produksi keju tradisional, peternakan sapi dan domba. Serta wahana menarik yang disesuaikan alam dan tren berkembang di masyarakat.

%d bloggers like this: