Walikota Solo Minta Masyarakat Menahan Diri Tidak Mudik

SOLO – Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (5/5/2021) usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 yang digelar di Halaman Mapolresta Surakarta, meminta masyarakat untuk menahan diri tidak mudik untuk mencegah penyebaran Covid -19 di Surakarta. 

“Tahan diri dulu tidak mudik. Halalbihalal bisa secara daring untuk menghindari peningkatan kasus Covid-19. Angkanya ini sudah baik. Apalagi, Juli sekolah akan dibuka,” ungkap Gibran, 

Dia menjelaskan, permohonan surat izin keluar masuk (SIKM) akan dipermudah melalui pengurus RT dan RW saat kebijakan larangan mudik berlaku. Namun, dia tetap mengimbau warga tidak bepergian ke daerah lain selama larangan mudik.

“Yang jelas semua mengacu pada SE Walikota Terakhir agar dipedomani semua pihak termasuk masyarakat. Regulasi telah ditetapkan dan hendaknya dipatuhi,” jelasnya. 

Gibran juga mengklaim ekonomi berangsur pulih, sehingga perlu upaya menjaga supaya kasus Covid 19 tidak meningkat.

Dia juga menyebut, Pemkot Solo akan mendapat kiriman vaksin buatan Sinovac dan Vaksin Nusantara. “Mei-Juni nanti vaksin melimpah. Kami akan kebut  lagi. Sudah datang Sinovac. Vaksin Nusantara nanti juga akan tiba,” tukas Gibran.

Pemkot Solo juga mengantisipasi lonjakan konsumen di pusat perbelanjaan dan tempat pariwisata. Gibran menekankan supaya tidak terjadi kerumunan, pihaknya memberi ancaman sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. “Satpol PP sudah siapkan sanksi. Swab akan dilakukan di kerumunan,” tandasnya.

Sementara Kapolresta Surakarta, AKBP Ade Safri dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Candi KETUPAT Candi 2021, menekankan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap menggelar Operasi Ketupat 2021 yang mulai dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 17 Mei, guna menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah di masa pandemi COVID-19.

“Kita lakukan antisipasi pelaku perjalanan dengan memaksimalkan posko di terminal, stasiun, mall dengan mengecek dokumen yaitu hasil negatif paling lambat 1x 24 jam. Tes rapid antigen acak kita lakukan. Cegak kerumunan masyarakat. Denda administratif dan pembagian masker pada masyarakat juga kita jalankan,” ucapnya.

Dilanjutkannya, pengaman ini tidak boleh agenda menjadi agenda biasa sehingga bisa menurunkan kewaspadaan kita. “jangan sampai kita kurang waspada dan underestimte. Kita harus jaga jangan sampai ramadhan jadi kluster baru di pesantren, tarawih, sholat Ied dan kerumunan berbagi takjil,” katanya.

Kapolresta menyerukan dilakukan langkah – langkah preventif antara lain; mendirikan posko terpadu yg lengkap, koordinasi dengan pengelola gedung yang biasa menngelar hajatan, patroli gabungan secara periodik dan dengan himbauan agar masyarakat menuruti aturan Prokes 5 M, menerapkan penumpukan pengunjung lokasi wisata dengan one gate sysyem, mendirikan posko di tempat  keramaian, Koordinasi swab antigen acak dan pembagian masker, penegakan hukum dengan tim pemburu covid 19, menerapkan sangsi hukum dan denda administrasi, PPKM Mikro digegaskan dengan kewajiban lapor, pada zona merah menutup tempat wisata yg tidak esensial, memberikan bantuan sosial pemetaan ekonomi sosial dan vaksinasi masal Jawa Bali.

baca: Gibran Didampingi Camat Pasar Kliwon Kembalikan Uang Hasil Pungli

Sementara, usai apel, digelar pemusnahan barang bukti berupa 1.315 liter minuman keras ciu dan 319 botol minuman keras berbagai merek. Walikota didampingi Kapolresta, Wakil Walikota Teguh, Danrem, Dandim, Dan Kopasus Grup 2,  Polda Jateng beserta pejabat Forkopimda. []

%d bloggers like this: