Ingin Jadikan Museum, Bupati Minta Tanah Monumen RRI di Balong

KARANGANYAR – Jajaran Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta melakukan audensi dengan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono di Ruang Garuda Kantor Bupati Karanganyar, Rabu pagi (08/09).

Kedatangan Pihak LPP RRI Surakarta bermaksud untuk menyampaikan permohonan secara langsung kepada Bupati Karanganyar untuk berkenan ikut dalam pementasan ketoprak yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 November bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Terkait permohonan tersebut, Bupati sekaligus berkesempatan mengungkapkan keinginan supaya tanah monumen RRI Balong diserahkan ke Pemkab agar nantinya dapat dibangun museum.

“Apapaun jejak RRI di Balong tidak bisa dilepaskan dari Sejarah. Bagaimanapun Radio kebanggaan masyarakat Indonesia ini pernah dipindahkan ke Balong untuk menghindari serangan penjajah. Oleh karena itu, kami berharap tanah dan lokasinya diserahkan ke Pemkab untuk dibangun musium RRI,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati kebanggaan masyarakat Karanganyar itu juga menyampaikan bahwa sebagai upaya Pemkab untuk membangun dan membangkitkan semangat kepada siapapun dalam rangka mengenang sejarah besar RRI Balong dengan mengadakan kegiatan Napak Tilas dari Dagen Palir menuju Desa Balong Kecamatan Jenawi. “Lokasi di Balong itu sekali lagi punyai nilai sejarah yang tinggi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta RRI memprogramkan acara untuk anak muda, sebab pada gilirannya para pemuda yang akan membangun bangsa ini ke depan. Dengan menggaet pemuda, diharapkan mereka juga mencintai budaya dan membangun bangsa ini dengan baik.

Sementara Kepala Stasiun LPP RRI Surakarta, Arlin Setyaningsih mengatakan saat ini peningkatan jumlah pendengar mencapai 218 atau terus mengalami peningkatan. Pihaknya akan terus mengoptimalkan peran RRI untuk masyarakat luas. Salah satu bentuk optimalisasi itu yakni memindahkan Pemancar dari Tawangmangu ke Dagen Palur. Selama ini jika di Tawangmangu, masyarakat Karanganyar tidak bisa maksimal mendengarkan LPP RRI.

“Dengan pemindahan pemancar ini diharapkan masyarakat Karanganyar dapat optimal mendengarkan kami,” ungkapnya.
Selain itu, Kepala Stasiun LPP RRI Surakarta yang baru menjabat lima bulan tersebut menambahkan bahwa pihaknya sudah memiliki banyak program yang dapat disinergikan dengan Pemkab Karanganyar. Salah satunya adalah Bupati menyapa di RRI. Diharapkan dengan Bupati menyapa, program-program Pemkab Karanganyar dapat disampaikan lebih optimal kepada masyarakat luas.

baca: Femas Andika dan Gioknio Happy Dinobatkan Sebagai Putra Putri Lawu 2021

“Selain itu, kami juga berkeinginan mengajak Bupati untuk bermain ketoprak bersama Pak Gubernur Jateng dan Walikota Surakarta pada tanggal 10 November mendatang,” tuturnya.

Menanggapi keinginan Bupati agar tanah di Balong pengelolannya diserahkan ke Pemkab, Alin berharap direksi yang baru bisa menyelesaikan hal ini. Sebab sebentar lagi ada pergantian direksi sehingga diharapkan dengan Direksi yang baru akan lebih menjawab permintaan Pemkab Karanganyar.

“Terus terang untuk membiayai aset milik RRI saja selama ini sudah kewalahaan. Tentu jika dikelola oleh Pemkab maka lebih baik,” ungkapnya. []

%d bloggers like this: