Festival Payung Indonesia Ke 8 digelar di Taman Balekambang

SOLO – Festival Payung Indonesia Ke 8 digelar di Taman Balekambang sebuah tempat wisata berupa taman yang dibangun oleh Mangkunegara VII untuk kedua putrinya GRAy Partini dan GRAy Partinah, Jumat (3/12/2021).

Festival bertaraf nasional tersebut dibuka Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa didampingi Wakil Walikota Bengkulu, Tedy Wahyudi dan perwakilan Kementerian Pariwisata Kepala bidang Promosi Pameran, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Diana Tikupasang dan Direktur Festival Payung Indonesia Heru Mataya, mengapresiasi kegiatan budaya yang dikemas dengan unik yang menampilkan para kreator seni payung mulai dari Aceh, Bengkulu, Lampung hingga Papua.

Pemerintah Kota Surakarta sangat memberikan perhatian terhadap perkembangan pemulihan ekonomi kreatif di berbagai bidang terutama pariwisata untuk kembali bangkit di tengah pandemi Covid 19.

“Sejalan dengan tema yang diangkat “This Too Shall Pass – Yang Inipun Akan Berlalu”, saya mengajak para insan kreatif untuk terus bersemangat dalam berkreasi, mampu beradaptasi dan tetap merawat spirit of investment. Sehingga Festival Payung Indonesia menjadi spirit kita bersama untuk bangkitkan seni dan budaya di tengah pandemi. Mari kita terus rawat tumbuhnya kreativitas kolektif masyarakat demi masa depan pariwisata Indonesia,” ungkapnya.

Diharapkan, kegiatan budaya ini menjadi event rutin yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Surakarta sehingga mampu memulihkan pariwisata Kota Surakarta.

Selain itu, kegiatan tersebut dapat menaikkan kualitas produk unggulan sekaligus berkontribusi pada pemulihan ekonomi Kota Surakarta.

Dikatakan Teguh, level PPKM Kota Surakarta diharapkan turun sehingga kegiatan kepariwisataan dan budaya sebagai salah satu komponen pemulihan ekonomi kembali berjalan normal bahkan semakin giat.

Kegiatan yang menampilkan berbagai jenis payung yang bernuansa seni yang didesain dan dipadukan dengan gaya yang beragam merupakan kolaborasi pada masa pasca pandemi untuk bangkit bersama untuk Indonesia dan pariwisata lebih maju.

Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemprov Jateng dan Pemerintah Kota Surakarta diketahui mendukung penuh program budaya tersebut.

“Sebuah program yang bersama – sama kita bangun. Festival payung ini yang kedelapan kali, jadi sudah sewindu. Tahun pertama diselenggarakan di Balekambang dan delapan tahun kemudian kembali di Taman Balekambang ini,” ujar Heru mataya Ketua Panitia Festival Payung Indonesia.

baca: Tingkatkan Kapasitas, Sejumlah Guru SD Muh 1 Ikuti Workshop

Diharapkan festival ini bisa  menjadi inspirasi besar dengan melalui payung tradisional bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan budaya tradisional asli Indonesia.

Festival yang menampilkan berbagai seni kreasi payung tersebut digelar untuk melestarikan kerajinan payung tradisional nusantara sekaligus upaya mempertemukan pelaku industri kreatif payung dan penggiat seni karnaval. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai 3 hingga 5 Desember 2021.[]

%d bloggers like this: