Buka Pelatihan Manajemen Masjid, Wawali Minta MUI Bangun Ekonomi Umat

SOLO – Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa, Selasa (28/12/2021) di Gedung PPEU ( Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat ) MUI Kota Surakarta, di Pasar Kliwon, membuka kegiatan Manajemen Masjid dan Penyerahan Bantuan Hibah Mushaf Al Qur’an.

Teguh pada kesempatan tersebut mengatakan, umat Islam khususnya di Kota Surakarta mempunyai tanggung jawab besar bisa berdiri sendiri dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan kehidupan beragama yang menumbuhkan keragaman ini menjadi yang mulia dihadapan Allah ta’ala.

“Hari ini kita dipertemukan gedung yang kira-kira jarang  dipakai.  Ini kan ironis sekali gedung ini nggak pernah dipakai, yang sebenarnya dibangun agar ada manfaatnya. Kalau masjid kan udah tiap hari digunakan untuk beribadah dan gedung ini harus bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan ekonomi umat Islam dengan membangun fasilitas UMKM Umat Islam dengan mengikuti perkembangan ekonomi digital,” katanya.

Diteruskan Teguh, cukup dengan aplikasi e commerce dari berbagai marketplace umat sudah bisa memperkuat ekonomi. Dimulai dari para takmir yang nantinya bisa memanfaatkan gedung ini.

Keberadaan Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah saja Tapi lebih bagaimana umat kita bisa lebih sejahtera secara ekonomi dan sosial.

“Saya yakin pembinaan dalam mempelajari agama sudah lebih cukup artinya faktor ekonomi umat menjadi fokus pemberdayaan umat yang mendorong kehidupan umat Islam yang lebih seimbang.

Pemerintah Kota Surakarta mengharapkan MUI Kota Surakarta bisa bekerjasama dengan para pelaku ekonomi kreatif dan penyedia marketplace seperti di Solo Technopark dan Sentra IKM Semanggi.

Pelatihan UMKM di Sentra IKM Semanggi Harmony dan pengembangannya di PPEU MUI sehingga bisa langsung diterapkan.

Kegiatan-kegiatan yang positif dalam rangka membangun umat Islam yang sejahtera, Dewan Masjid berkolaborasi dengan seluruh takmir masjid bagaimana mengembangkan PPEU supaya tidak menjadi gedung yang mangkrak namun  menjadi hidup karena ada aktivitas kegiatan ekonomi ( UMKM ) umat.

“Kita gerakkan ekonomi masyarakat dan kita sudah tidak bisa menyalahkan lagi gaptek namun bisa belajar dengan mudah untuk menguasai cara memulai usaha dengan ekonomi kreatif umat Islam,”tandas Wawali Teguh.

Sementara Ketua Dewan Masjid Indonesia Surakarta, KH Muhtarom yang menjadi moderator dalam kegiatan Manajemen Masjid, mengatakan, diklat manajemen masjid bisa mendorong mengembangkan kegiatan masjid namun juga  mengembangkan ekonomi masyarakat lingkungannya masing-masing agar benar-benar masjid tidak hanya ramai didatangi pada waktu maghrib sama Jumat saja tetapi seluruh kegiatan umat bisa dilakukan untuk kegiatan lain di fasilitas bangunan lain di lingkungan masjid.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong umat Islam selain belajar meningkatkan keimanan namun juga mengembangkan diri dalam meningkatkan kesejahteraan lewat pembangunan ekonomi umat. Seperti pagi hari ini kita bisa menghadiri kegiatan terima Alquran dari Pemkot Kota Surakarta kepada DMI Kota Surakarta dan sekaligus nanti dilangsungkan dengan tata kelola masjid yang akan diisi oleh dua narasumber yang luar biasa yang telah hadir di tengah kita,” bebernya.

Pemberian bantuan 1.215 Mushaf Alquran dari Pemkot Surakarta nantinya distribusikan kepada masjid-masjid di Kota Surakarta di kecamatan masing-masing.

Sedangkan Diklat Manajemen Masjid diharapkan  bisa diaplikasikan dalam tata kelola masjid masing-masing masjid sehingga ke depan masjid masjid masjid yang ada di kota Surakarta ini bisa mandiri kemudian memberikan kontribusi kepada umat secara keseluruhan.

Masjid sebagai basis solusi umat bagaimana upaya-upaya pengurus masjid memberikan kontribusi pada masyarakat.

baca: Rektor IIM Lantik Direktur dan Sekretaris Program Pasca Sarjana

Sementara bantuan hibah Mushaf Alquran ini diharapkan menjadi pijakan di dalam masyarakat umat Islam bagaimana  hidup ber moderasi beragama sebagai pijakan awal dan Al Quranul Karim sehingga dengan Alquran ini mudah-mudahan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah umat Islam.

Diklat Manajemen Masjid MUI Kota Surakarta menghadirkan dua narasumber yakni KH. Drs. Dian Nafi, M.Pd (Pengasuh PP Al Muayad, Windan) dan Eko Wijiono ( Takmir Masjid Al Faalah Sragen). []

 

%d bloggers like this: