ECR Kembali Berangkatkan Dai ke Wilayah Bencana Gunung Semeru

KARANGANYAR – ECR bekerjasama dengan Pos Peduli Salman Alfarisi kembali melakukan pengiriman dai muda yang di tempatkan di beberapa titik Desa di wilayah korban bencana Gunung Semeru, Lumajang.

Sebelumnya Senin (3/1) bersama Komuntas Relawan Tawangmangu ECR juga telah mengirimkan sejumlah dai.

Hal ini dilakukan karena masyarakat di lokasi bencana masih sangat membutuhkan bantuan dai yang bisa mengajar anak-anak.

ECR akan mengawal perjalanan para dai muda ini sampai tujuan di Dusun Sumberlansep Desa Jugosari dan Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Toha Abu Faris selaku koordinator lapangan mengatakan, pihaknya akan mengawal para da’i muda ini dengan kendaraan dobel gardan sampai lokasi di dusun Sumberlangsep yang sampai saat ini masih terisolir lantaran jembatan penghubung Desa tersebut hancur diterjang lahar dan satu satunya jalan harus menyeberangi sungai yang penuh material lahar semeru dengan keahlian khusus.

Dai muda kelompok pertama  diberangkatkan hari Kamis 13 Januari 2022 dari posko bersama Kecamatan Tawangmangu.

“Herman selaku tokoh dan istrinya satu satunya guru ngaji di dusun itu melalui telepon seluler mengatakan, kami menunggu kedatangan para da’i untuk membantu kami mendampingi anak anak pasca bencana di kampung kami,” katanya, Jumat (14/1).

Selain di Dusun Sumberlangsep da’i juga akan di tempatkan  di Desa Sumbermujur  Kecamatan Candipuro sesuai permintaan.

Sementara itu,  Hj.Alwi satu satunya guru ngaji di Desa sumbermujur menyampaikan terimakasih atas kerjasamanya.

baca: Rajut Kerukunan, Polres Sukoharjo Bersihkan Tempat Ibadah

“Kami sangat membutuhkan tenaga pengajar untuk anak-anak di kampung ini karena waktu kami sangat terbatas di kondisi bencana ini,’ imbuhnya.

Ustadz Widiarto selaku koordinator da’i dari Pos Peduli Salman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembekalan kepada santri yang  diberangkatkan karena santri akan dihadapkan kepada masyarakat umum dengan karakteristik dan latar belakang yang berbeda di lokasi yang masih sangat rawan bencana. []

 

%d bloggers like this: