Solo Raya

Bupati Karanganyar Kunjungi Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Asisten III, Kepala Diskominfo, Kepala Disdikbud, Kepala Kesbangpol, Ketua FKUB, dan Direktur PUD Aneka Usaha kunjungi Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ)  Jawa Tengah di Wonosobo, Selasa (19/4/22).

Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Juliyatmono bermaksud untuk silaturahmi, sekaligus ingin memesan mushaf Al Qur’an dengan ukuran yang besar langsung kepada penulisnya. Yang nantinya akan di taruh sebagai ikon di Masjid Agung Madaniyah.

Setelah difungsikannya Masjid Agung Madaniyah Kabupaten Karanganyar, untuk bisa dijadikan sebagai salah lokasi atau tempat ibadah bagi masyarakat, dan salah satu destinasi wisata religi di kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, kembali akan berencana membuat Al Qur’an Akbar sebagai salah satu ikon khusus Masjid Agung yang nantinya akan bisa dilihat oleh masyarakat atau jama’ah yang datang ke Masjid yang sebelumnya dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar sebesar kurang lebih 101 miliar tersebut.

“Kami sengaja datang ke UNSIQ ini karena di kampus ini selain menjadi kampungnya Bupati dan Walikota yang ada di Jawa Tengah, juga dikenal sebagai salah satu kampus yang memproduksi Al Qur’an dengan ukuran besar dan ditulis dengan menggunakan tangan, secara manual. Kami akan buat itu (Al Quran Akbar – red) itu untuk Masjid Agung Madaniyah, hari ini bertepatan dengan malam 17 Ramadhan kita awali, yakni dengan menuliskan huruf (Ba’) dan nanti setahun kemudian saya akan kembali lagi untuk menutup dengan tulisan huruf (Syin),” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, tidak hanya bekerjasama dalam pembuatan Al Qur’an akbar, Bupati juga mengharapkan agar nantinya UNSIQ juga bisa menjalain kerjasama dengan Kabupaten Karanganyar untuk bisa mengembangkan wisata religi yang saat ini mulai banyak di gandrungi oleh masyarakat.

“Banyak lokasi–lokasi religi di Karanganyar, dan nanti akan bisa kita kolaborasikan. Nanti tolong temen–temen OPD dan kepada apk Rektor bisa nanti kalau mau menjalin kerjasama dengan Karanganyar, Masjid Agung Madaniyah saat ini sudah bisa kita fungsikan dan nanti akan dapat untuk dikembangkan bersama–sama. Dan saya harap dengan adanya Al Quran Akbar nanti, dapat menjadikan jiwa masyarakat di Karanganyar itu semakin cinta dengan bacaan dan gemar untuk membaca Al Quran,” tegas Bupati.

Disisi lain, Ketua Yayasan YPIIQ Heru Irianto, dalam sambutannya menerima kedatangan Bupati Karanganyar bersama dengan sejumlah kepala OPD lainnya mengaku, bahwa dalam pembuatan Al Quran Akbar tersebut nantinya akan dibuat oleh sekitar tujuh orang yang nanti akan menulis secara bergantian.

baca: Sambut Hari Bumi, Sekolah Alam Aqila Bagikan Tas Belanja dan Sayur Organik

Selama menuli Al Quran Akbar, ketujuh orang tersebut harus bersih dari hadas besar maupun hadas kecil, atau wajib selalu suci. Direncanakan dalam pembuatan Al Quran Akbar tersebut, nantinya akan berukurasn yakni 1,5 X 1 meter. Dan akan ditulis selama kurang lebih 1 tahun, sejak tanggal 17 Ramadhan 2022 hingga nanti tanggal 17 Ramadhan tahun 2023 mendatang.

“Untuk bobot Al Quran itu nanti hampir 1 ton, kertasnya juga khusus berbeda dengan kertas yang lainya. Al Quran Akbar yang akan dibawa ke Masjid Agung  Madaniyah nanti adalah Al Quran Akbar yang ke 13 setelah pembuatan Al Quran Akbar sebelumnya yang  dipesan oleh Walikota Probolinggo,” terang Heru.

Tak hanya walikota dan bupati yang sudah memesan Al Quran Akbar tersebut. Saat ini Presiden Joko Widodo diketahui juga memesan Al Quran Akbar tersebut dan saat ini tinggal menutup pembuatan Al Quran Dengan huruf Syin saja. []

%d bloggers like this: