EkBiz

Expo Muktamar 48 ‘Aisyiyah Upaya Branding dan Kenalkan Kiprah

SUKOHARJO– Expo Muktamar 48 ‘Aisyiyah yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta dimanfaatkan sebagai branding dan mengenalkan kiprah-kiprah yang telah dilakukan ‘Aisyiyah, Jum’at  (18/11).

Dalam bazar Expo tersebut ‘Aisyiyah mengenalkan amal-amal usaha ‘Aisyiyah seperti Suara ‘Aisyiyah, perguruan tinggi ‘Aisyiyah seperti Universitas ‘Aisyiyah Bandung dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Majelis Lembaga Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, dan juga kedai ‘Aisyiyah.

Salah satu tim Expo ‘Aisyiyah Hajar Nur Setyowati menuturkan bahwa Expo ‘Aisyiyah ini dijadikan wadah untuk menunjukkan apa saja yang telah dilakukan oleh ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berkemajuan.

Di antara kegiatan-kegiatan Expo ‘Aisyiyah adalah Panggung Inspirasi. Panggung Inspirasi yang merupakan panggung sesi untuk berbagi atau good practice yang dimiliki ‘Aisyiyah ini menjadi tempat sharing bagi para penggerak dakwah di suku-suku terpencil.

Hajar berharap dengan adanya panggung inspirasi tersebut dapat menginspirasi para kader ‘Aisyiyah dan juga pengunjung supaya dapat melakukan hal serupa di daerah yang lain.

“Misalnya nanti ada sesi orang yang penggerak dakwah di suku terpencil, supaya orang terus mendengar dan menginspirasi dan jadinya mungkin mereka bisa melakukan di daerah yang lain,” tutur Hajar.

Tidak hanya itu, Expo Muktamar ‘Aisyiyah juga menyediakan papan partisipasi. Papan partisipasi menjadi media yang digunakan ‘Aisyiyah untuk menyalurkan pendapat para pengunjung mengenai tantangan atau masalah ‘Aisyiyah sebagai perempuan berkemajuan yang banyak dihadapi di daerah masing-masing partisipan. Selain itu, juga terdapat gambar peta Indonesia dan luar negeri yang menggambarkan keluasan wilayah kerja jangkauan ‘Aisyiyah.

“Kemudian yang disebelahnya itu peta. Jadi sebenarnya kita ingin lihat keluasan wilayah kerjanya ‘Aisyiyah. Disitu kelihatan bahwa ternyata kerjanya ‘Aisyiyah itu meluas dan juga kita taruh ada peta luar negeri karena kan ‘Aisyiyah juga punya cabang di luar negeri,” jelas Hajar.

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam forum Muktamar Muhammadiyah nantinya akan membahas isu-isu strategis dan juga beberapa program yang nantinya mungkin dapat menginspirasi para pimpinan selanjutnya.

Oleh karena itu, papan partisipasi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui isu-isu masalah yang dihadapi oleh wilayah maupun daerah melalui pendapat versi pengunjung Expo Muktamar 48 ‘Aisyiyah.

“Kalau ‘Aisyiyah itu ‘kan ingin benar-benar melihat isu-isu masalah yang dihadapi mereka itu sebetulnya apa? nah itu harapannya menjadi isu strategis sekaligus program-program yang akan dikembangkan oleh wilayah maupun daerah. Memang harapannya seperti itu, ‘kan kita cuman menduga-duga. Nah versi pengunjung apa nih yang paling banyak begitu,” ungkapnya.

Hajar menambahkan, dalam melaksanakan perannya ‘Aisyiyah juga turut melakukan kemitraan. Salah satunya adalah program inklusi yang merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia yang membahas isu-isu perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ‘Aisyiyah terus berupaya berkontribusi bagi negara Indonesia sebagai organisasi perempuan berkemajuan. []

 

%d bloggers like this: