Solo Raya

Tebarkan Kedamaian, Community Wong Solo Cinta Damai, Serukan Damai itu Indah

SOLO-Community Wong Solo Cinta Damai (CWSCD) Solo Raya, menggelar aksi simpatik menebarkan kedamaian dengan membagikan bunga sebagai simbol persahabatan dan persaudaraan.

Aksi digelar serentak, Jumat  siang ba’da sholat Jumat, (09/12/2022) di pertigaan dan perempatan lampu merah di sebelas titik di kota Solo.

Selain membagikan seribu bunga, aksi juga membagikan ratusan kaos bertuliskan “Damai Solo, Damai Indonesia”, serta sepuluh ribu pamflet dan lima ribu stiker bertemakan Solo Cinta Damai.

Menurut Awod, Koordinator Komunitas Masyarakat Solo Cinta Damai, aksi ini merupakan ajakan untuk menebarkan kedamaian dan persaudaraan antar sesama.

“Kita ajak semua elemen masyarakat untuk ikut bersama sama menebarkan kedamaian dan persaudaraan. Dan Solo, akan menjadi contoh, sebagai kota yang damai, ramah, toleran, dan nyaman,” terang Awod.

Awod menambahkan, aksi simpatik ini digelar sepontan. Tidak ada perencanaan. Berangkat dari kumpul-kumpul, ngobrol, dan sepakat untuk menyuarakan kedamaian di kota Solo.

“Ada antusiasme masyarakat dari berbagai elemen untuk bergabung.Ada mahasiswa, seniman, pensiunan, pedagang, bahkan eks napiter dan lain sebagainya, semua sepakat bahwa Solo kota yang aman, nyaman, cinta damai, dan kota yang menjujung toleransi,” tegas Awod.

Aksi serentak digelar di 11 titik ini diantaranya, lampu merah Baturono, lampu merah Gemblegan, lampu merah Sraten, lampu merah Panggung, lampu merah depan UNS, lampu merah Mojosongo, lampu merah Gendengan, lampu merah Baron, lampu merah Manahan, lampu merah The Park, dan terakhir di Kawasan Gladak.

“Saya bukan orang Solo, namun saya sangat bangga dengan warga Solo, yang sangat ramah. Terlebih dengan aksi ini. Sangat positif dan ispiratif. Terima kasih, bunga dan kaosnya, Damai Solo, Damai Indonesia,”  terang Erni Hastuti, 52 tahun rombongan wisata asal Nganjuk, Jawa Timur saat mampir di halaman Balaikota Solo.

Banyaknya sambutan positif masyarakat, kegiatan ini akan terus digemakan. Tidak hanya di Solo, namun juga di daerah lain.

“Kegiatan ini tidak berhenti disini, namun akan terus dilakukan, bahkan diperluas di sejumlah daerah. Tujuannya satu, menebarkan kedamaian. Karena damai itu indah,” pungkas Awod. []