Kuliner

Warung Nasi Pecel Berlapis Telur Dadar Ini Berdiri Sejak 1960

KLATEN-Menyebut nama Ponggok, kalian pasti tidak asing dengan wisata air di wilayah kecamatan Polanharjo itu. Meski sangat dikenal dengan wisata air, Desa Ponggok terdapat tempat kuliner pilihan yakni Warung nasi pecel dan soto Pak Sabar.

Lokasinya ditepi jalan raya Delanggu-Polanharjo, Dusun Gejikan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. Salah satu menu yang banyak diminati ara wisatawan adalah nasi pecel yang dikenal dengan sebutan nasi pecel kupluk.

Kenapa dinamakan kupluk, karena nasi sayur yang disiram bumbu sambal kacang itu kemudian ditutupi telur dadar sebesar piring.

Warung itu dirintis Pak Sabar sejak tahun 1960. Dulunya Pak Sabar membuka warung Soto dengan disajikan pecel sekaligus membuka bengkel.

Setelah Pak Sabar tiada warung legendaris itu menjadi usaha milik keluarga. Ketiga putri Pak Sabar yakni Tutik (59), Titik (55) dan Handayani (50) meneruskan usaha ayahnya.

Kepada Solotrend, Titik menceritakan awal mula dinamakan pecel kupluk. Ketika ada salah satu pembeli yang makan nasi pecel melihatĀ  telur dadar sebesar piring disajikan menutupi nasi pecel.

“Setelah warga sekitar mengenal warung kami dengan pecel kupluk, dan akhirnya banyak orang berkunjung kesini dan pesan menu tersebut, meski awalnya menu andalan disini adalah soto,”ujarnya.

Titik mengatakan ada dua pilihan jenis telur bagi para pembeli yakni telur bebek dan telur ayam.

“Telur baru digoreng ketika ada pembeli memesan menu nasi pecel. Para pembeli selain warga sekitar juga dari berbagai daerah di Soloraya termasuk para wisatawan,”ungkapnya.

Dalam sehari, lanjut Titik menghabiskan 300-500 porsi. Warung yang selalu menjadi jujukan komunitas pesepeda untuk sarapan sekaligus melepas lelah itu,buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Harga satu porsi pecel kupluk dibanderol Rp.11 ribu, soto ayam Rp.8 ribu dan sambal belut Rp.17 ribu. Selain itu terdapat menu nasi goreng serta berbagai gorengan dan aneka minuman. [WES]

%d bloggers like this: