Nusantara

Alumni IPB University Serahkan 2 Unit Instalasi Air Bersih untuk Penyintas Gempa Cianjur

CIANJUR-Alumni IPB University, melalui badan otonom Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) menyerahkan dua unit instalasi air bersih kepada warga di Kampung Jamaras, Desa Sarampad dan Kampung Padaruum, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/2).

Dua fasilitas air bersih bagi warga tersebut diserahkan secara resmi oleh Drh. Sukma Kamajaya, M.M., Sekretaris Jenderal DPP HA-IPB yang sekaligus anggota Dewan Pembina ARM HA-IPB.

Turut mendampingi Sukma yaitu Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si., Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Ir. Agus Rusli, M.M., dan pimpinan Pondok Pesantren Darul Ikhlas, Bekasi, Ir. Irvan Ramli.

Di Kampung Jamaras, Koordinator Pengungsi, Tatang Hamdani dan Ketua RW 05, Bapak Wowoh, mewakili warga menerima bantuan prasarana tersebut. Adapun di Kampung Padaruum, pihak warga diwakili Ketua RT 01/RW 03, Bapak Arif, dan Imam Masjid Jami’ Al Insaniyah, Ustadz Marduyah.

“Saya mengapresiasi berbagai upaya yang telah ARM HA-IPB lakukan untuk membantu para penyintas gempa bumi di Cianjur sejak tanggap darurat hingga kini di fase pemulihan. Air bersih menjadi fasilitas yang amat vital bagi warga, terlebih lagi buat para pengungsi,” ujar Sukma, yang baru saja dilantik sebagai Direktur Hubungan Alumni, IPB University.

Ia berharap beban warga menjadi lebih berkurang dengan tersedianya instalasi air yang dibangun ARM HA-IPB bekerja sama dengan tim Darul Ikhlas, Bekasi.

Dua fasilitas air bersih tersebut merupakan sumur bor dengan kedalaman lebih dari 40 meter. Di Kampung Jamaras, Desa Sarampad, air bersih dari sumur bor ini mampu menutupi kebutuhan 76 KK atau sekitar 304 jiwa, khususnya di RT 02/RW 05. Di wilayah ini, masih terdapat 42 KK –setara 168 jiwa—yang terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian. Sementara di Kampung Padaruum, Desa Benjot, air bersih ini dapat dinikmati 71 KK (234 jiwa) warga RT 01/RW 03.

“Selama 3 bulan ini kami harus mengambil air di sungai kecil yang berjarak 300 meter dari pengungsian,” Kata Bu Lela, salah satu warga. Air sungai itu bukan saja kurang higienis melainkan juga tak dapat memenuhi kebutuhan rutin mereka. Belakangan, aliran sungai itu mengering sehingga warga kesulitan memperoleh air untuk mandi, cuci, dan memasak.

“Kini kami tidak khawatir lagi karena telah memiliki sumber air bersih. Kami takkan melupakan jasa baik alumni IPB,” kata Tatang Hamdani, koordinator pengungsi di Kampung Jamaras, penuh haru.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 03, Pak Arif menjelaskan, dengan adanya sumber air bersih bantuan ARM HA-IPB ini, mereka bisa membangun 4 titik keran air dengan jarak terjauh sekitar 300 meter dari lokasi sumur bor.

“Dengan demikian, warga tidak perlu bersusah-payah berjalan jauh mencari air,” ujar Arif.

ARM HA-IPB masih meneruskan giat kemanusiaan untuk fase pemulihan bencana di Cianjur. Menurut Ketua Umumnya Ir. Ahmad Husein, M.Si., ARM HA-IPB masih secara intensif menggalang dana untuk program tematik antara lain penyediaan prasarana air bersih, pembangunan sekolah/madrasah darurat, pembangunan hunian sementara (huntara), serta program bingkisan Ramadhan bagi para penyintas. []

%d bloggers like this: