Solo Raya

Kisah Inspiratif: Dulu Tukang Sapu Kini Jadi Profesor

KLATEN-Prof.Dr H Paiman Raharjo yang kini menjabat rektor di Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama) Jakarta siapa sangka jika semasa remajanya sebagai seoraang tukang sapu.

Pria asal desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes itu selepas lulus SMP menjadi tukang sapu di Yayasan Gembala Baik di Jakarta.

“Saat jadi tukang sapu usia saya masih 16 tahun pas lulus SMP, karena ingin mandiri dan saya ingin adik – adik yang sekolah. Akhirnya saya memutuskan merantau ke Jakarta,”ujarnya saat ditemui dalam acara Syawalan Telat Rindu Klaten di pabrik Gondang, Sabtu (27/05/2023).

Selama di Jakarta, pria yang telah merilis buku, Tukang Sapu Jadi Profesor itu juga pernah menjadi keamanan (satpam) di yayasan yang sama.

Selama bekerja, pria kelahiran  15 Juni 1967 itu atas dorongan para suster di yayasan Katolik, Ia menempuh pendidikan di STM Budhaya Jakarta.

“Setelah lulus STM saya memutuskan kuliah S1 jurusan Ilmu Administrasi di Universitas Prof.Dr.Moestopo yang dilanjutkan S2 program magister administrasi di kampus yang sama ,”katanya.

Kemudian dilanjutkan pendidikan S3 dengan mengambil program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Padjajaran Bandung. Selama kuliah saya sambil bekerja di sebuah perusahaan, termasuk menjalankan usaha percetakan dan fotokopi, hingga tour and travel. Selain itu juga saya dipercaya mengajar jadi dosen di kampus.

Setelah ditunjuk menjadi dosen, pria pengemar wedang jahe itu sempat mengenyam berbagai jabatan di Universitas Prof.Dr.Moestopo. Mulai dari kepala sub bagian, wakil dekan, direktur hingga rektor.

Meskipun telah menjadi Rektor, ia tidak pernah melupakan teman seperjuangannya saat menjadi tukang sapu.

“Setiap Minggu kami ada aksi bersih-bersih nusantara baik di jalanan maupun sungai bersama komunitas.

Klaten dianggap Paiman sebagai bagian dari perjalanan hidupnya, dimana setiap dua pekan sekali selalu menyempatkan pulang kampung.

Menurutnya, ia ingin berkontribusi untuk tanah kelahirannya. Ia ingin memberikan tenaga dan pikirannya untuk pengembangan Klaten.

“Apalagi selama ini komunikasi saya terjalin sangat baik dengan Bupati Klaten Sri Mulyani. Klaten harus berkembang dari sisi SDM dan saya ingin Klaten bisa menjadi Kota Wisata sekaligus kuliner, apa yang menjadi ciri khasnya Klaten yang harus dikembangkan,”katanya.

Suami dari Hj.Sarida Minarni itu semasa kecilnya mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Gemblegan dan lulus pada tahun 1982, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Santo Yusuf 1 Klaten hingga lulus pada tahun 1983.

Pria putra dari  pasangan  Partodiharjo dan Mukiyem itu pantang menyerah dalam meraih cita – citanya lantaran ada dorongan serta motivasi dari orang-orang disekitarnya.

Terlebih penggemar Sop Ayam Pak Min Klaten itu memiliki slogan bahwa, Kesuksesan Tak Hanya Milik Orang Kaya, Karena Kesuksesan Datang Hanya Kepada Orang yang Mau Bekerja Keras dengan Dibekali Pendidikan. []

%d bloggers like this: