Nusantara

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul Gelar Stake Holder Meeting

GUNUNGKIDUL-Untuk mewujudkan berjalannya program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang digaungkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul menggelar stake holder meeting, Selasa, (29/08/2023).

Pertemuan dengan berbagai pihak untuk membahas kelanjutan program yang telah dirilis secara nasional sejak tahun 2019 ini dihadiri lebih dari 50 peserta dari berbagai instansi baik dari BUMN, Pemerintah, Bank dan dari pihak swasta.

Stake holder meeting bertujuan untuk mempertemukan aktivis penggerak perpustakaan desa dengan instrumen pendukung yang akan menjadi mitra kerja Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan dalam penyelenggaraan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Di Gunungkidul sendiri telah berdiri lebih dari 52 Perpustakaan desa yang menerima berbagai manfaat seperti pelatihan dan pengembangan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul.

Stake holder meeting kali ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara aktivis penggerak perpustakaan dengan instansi terkait yang akan mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Kisworo, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa indeks literasi minat baca di Gunungkidul menempati urutan kedua nasional, merupakan sebuah prestasi tersendiri, namun dia berharap masyarakat tidak hanya membaca teks atau buku-buku saja tetapi juga belajar membaca ‘kahanan’ atau kondisi yang ada di sekitarnya.

Sementara itu ketua panitia, Agung Wibawa, S.IP mengharapkan bahwa hasil stake holder meeting kali ini dapat ditangkap dan dimaksimalkan oleh teman-teman di perpustakaan desa.

“Harapannya agar dapat menyatukan visi dari penggerak perpustakaan dan instansi terkait untuk terwujudnya kerjasama saling menguntungkan kedepannya,” ungkap Agung, Selasa, (29/08/2023).

Narasumber yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah Dra. Woro Titi Haryanti, MA dari Perpusnas, Ida Fajar Priyanto, P.Hd dari Peneliti S2 MIP UGM, serta Dewi Ria Rahayu,SE dari pengelola perpustakaan desa. []

%d bloggers like this: