Solo Raya

Aksi Solidaritas Rempang Digelar di Solo

SOLO– Solo Peduli Melayu kembali melakukan aksi terkait kepedulian pada masyarakat Rempang, jika hari Rabu (13/9) melakukan aksi di Kantor DPRD Kota Surakarta, kali ini Solo Peduli Melayu turun ke jalan melakukan aksi di Bundaran Gladag Jl Slamet Riyadi, Jumat (15/9).

Massa selain melakukan orasi secara bergantian juga membawa poster yang berisi tuntutan terkait tragedi Rempang. Beberapa diantaranya berbunyi, “Kembalikan Rempang pada Masyarakat  dan Tanah Adat, Tolak Investasi yang Menyengsarakan Rakyat, Negarawan Bukan Makelar Tanah, Pak Jokowo Segera Selamatkan Rempang untuk Rayat”.

Endro Sudarsono, selaku humas aksi menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas pada masyarakat yang berada di Rempang. Mengingatkan kepada pemerintah bahwa tujuan bernegara adalah melindungi segala tumpah darah indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Selanjutnya mengingatkan kepada UUD 145 pasal 33 berbunyi, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

“Maka dalam hal ini kebijakan pemerintah harus berdasar pada acuan aturan tersebut,” ujarnya di sela-sela aksi, Jumat (15/9).

Lanjut Endro terkait persoalan di Rempang, Solo Peduli Melayu meminta presiden Jokowi untuk membatalkan  proyek Rempang Eco-City karena masih ada masyakarat yang akan digusur padahal mereka sudah menempati lahan tersebut selama ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka.

“Kedua, meminta kepada Kapolri untuk melakukan pendekatan yang humanis dan berperikemanusiaan dan menjunjung Hak Asasi Manusia. Karena beberap hari yang lalu saat aksi masyarakat yang tidak berdosa ikut terkena lemparan gas air mata,”tambahnya.

Usai menyampaikan aksinya peserta aksi membubarkan secara tertib, sementara bebepa aparat kepolisian tampak menjaga arus lalu lintas. []

 

%d bloggers like this: