Solo Raya

Karhutla Merbabu Membakar Pipa Air, Solopeduli Menyalurkan 16.000 Liter Air

BOYOLALI-Solopeduli telah menyalurkan 16.000 liter air bersih ke daerah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Merbabu pada Sabtu (04/11/2023). Kebakaran Karhutla Merbabu mengakibatkan pipa air yang terletak di Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali terbakar.

Penyaluran air dilakukan langsung oleh Kepala Cabang Solopeduli Boyolali, Dhiya’ Uddin Iqbal bersama 3 relawan Sigab Solopeduli.

Kebakaran Gunung Merbabu terjadi sejak tanggal 28 Oktober 2023. Kebakaran ini telah melibatkan sekitar 20 km pipa air di Desa Jlarem, yang mengakibatkan 404 keluarga dengan 1263 jiwa penduduk terdampak.

Biasanya, warga mengambil air melalui pipa yang berasal langsung dari bawah Gunung Merbabu. Lokasi penampungan air (toren) terletak di Dusun Ngaglik, Desa Jlarem, dan sebagian lainnya dialirkan melalui Dusun Sidorejo dan Dusun Gemawang.

Menurut koordinator posko bantuan air Desa Jlarem, Mulyadi (43), saat terjadi kebakaran Merbabu, api pertama naik sebelum akhirnya mereda. Namun, tidak ada warga Desa Jlarem yang mengungsi.

Sumber mata air di Gunung Merbabu masih dalam kondisi aman saat ini, hanya pipa-pipa yang mengalirkannya yang terbakar.

Karno (49), salah satu warga yang kami temui di Dusun Gemawang RT 05, berharap, “Semoga bantuan pipa air untuk kami dapat ditangani atau diganti dengan cepat, karena sampai saat ini, kami hanya mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya.

Menurut Karno, ia dan warga di Dusun Gemawang harus mengambil air dengan cara mengalirkannya ke pos penampungan air yang berjarak sekitar 3 km.

Dalam kesempatan tersebut Mulyadi (43), dia mengucapkan terima kasih banyak kepada Solopeduli dan para donatur.

“Semoga bantuan air bersih ini dapat bermanfaat bagi warga Jlarem, dan kami berharap ada donatur yang bersedia membantu memperbaiki atau memberikan bantuan pipa air.” pungkas Mulyadi. []