Solo Raya

Beri Beasiswa ke Mantan Napiter, UNS Berkomitmen Tingkatkan Pemikiran dalam Bidang Akademik

SOLO-Program deradikalisasi yang selama ini diadakan pemerintah sebagian besar menyisir bidang ekonomi (kesejahteraan) bagi mantan narapidana terorisme (napiter). Belum ada program tentang peningkatan akademik atau wawasan kebangsaan.

Hal inilah yang akhirnya mengilhami UNS dalam menjemput peluang tersebut yaitu dengan memberikan beasiswa S2 kepada napiter bom bali yang bernama Joko Triharmanto alias Jack Harun.

“Ini sebuah kebijakan jangka panjang strategis dalam rangka program deradikalisasi kepada napiter. Itu penting sekali. Selama ini program yang sering dilakukan yaitu tentang ekonomi,” ujar Kepala Program Studi S2 PPKN FKIP UNS, Dr Winarno S.Pd, M.Si usai menguji seminar proposal tesis dari Jack Harun, Kamis (11/1/2024).

Fasilitasi akademik itu sangat penting karena melalui program ini para mantan napiter akan bertambah keilmuannya apalagi bidang tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Untuk membekali para mantan napiter dengan harapan akan menyampaikan ke lingkungan sekitar mulai dari keluarga, tetangga hingga lainnya,”tambahnya.

Lanjut Winarno, dengan adanya wawasan kebangsaan maka mereka akan semakin kaya ilmu pengetahuan dan semakin percaya diri.

“Sayang program ini belum banyak dilakukan. Contohnya dari sisi ekonomi,  Joko sebagai mantan napiter, telah mampu bangkit secara ekonomi, namun dari sisi keilmuan masih perlu untuk terus ditingkatkan wawasan keilmuannya, terutama pemahaman tentang pancasila sebagai ideologi indonesia,”katanya.

Dr Winarno berpendapat, pemerintah tidak kekurangan dana sebenarnya untuk melakukan program ini dan BNPT dan BPIP harus terlibat.

Terkait kuliah harian, menurut Dr Winarno, Joko Triharmanto mampu memberi dampak positif menginspirasi teman-teman kuliahnya karena pengalamannya. Meski ia bukan fresh graduate namun hal itu bukan menjadi kendala.

Dr Winarno berharap melalui beasiswa S2 ini semoga kedepan Jack Harun semakin bertambah secara teori dan keilmuan sehingga jika diundang menjadi pembicara materi yang disampaikan juga menjadi tertarik.

Sementara itu guru besar FKIP UNS sekaligus Pembimbing Tesis Jack Harun, Prof Dr Triyanto SH Mhum memberikan apresiasi terkait semangat Jack Harun yang mau untuk kuliah.

“Saya mengapresiasi kepada Jack Harun yang berkomitmen memperbaiki diri secara akademik. Semoga hal ini  bisa menjadi contoh bagi mantan napiter yang lain untuk belajar,”bebernya.

Prof Dr Triyanto SH Mhum juga menegaskan bahwa UNS sangat terbuka dan mendukung terkait program belajar tersebut.

“Prinsip kita terbuka kepada siapapun yang ingin belajar dan UNS juga berusaha menangani semua persoalan di masyarakat termasuk program deradikalisasi ini,”pungkasnya. []

%d bloggers like this: