Solo Raya

Duka Laskar Solo Raya Iringi Pemakaman Yuda Bagus Setiawan

BOYOLALI-Langit sore itu terlihat cerah meski sedikit mendung karena usai datang rintik hujan. Umat Islam Solo berduka karena ada salah satu anggota laskar meninggal dunia ditembak saat melakukan dakwah di tempat perjudian di Kampung Kodan Rt 7 Rw 5 Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Adalah Yuda Bagus Setiawan, seorang bapak dari 1 istri dan dua anak harus meregang nyawa setelah ia dan beberapa laskar lainnya melakukan dakwah di tempat perjudian.

Ironis di negara hukum perjudian bebas berktitivas begitupula peredaran senjata, orang dengan mudah membunuh.

Para pelayat pun perlahan mulai menyemut di rumah duka di daerah Dusun Bulakan, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Tampak beberapa karangan bunga, berdiri kokoh seolah menyambut kehadiran para pelayat yang sedih mendengar musibah tersebut.

Tak terkecuali seluruh anggota Laskar Islam Umar Bin Khatab datang lengkap dengan pengurus dan armada mobil jep tua.

Komandan Brigade laskar Umar Bin Khatab, Agus Sulistyo Budi sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Ia meminta agar kasus ini diusut tuntas.

“Kami meminta kepada aparat agar segera menangkap pelaku dan diusut tuntas. Kalau bisa nyawa dibawal dengan nyawa,”katanya.

Di mata Sulis, Yudha meruapakan sosok yang baik. Almarhum mendapat hidayah dan hijra baru 1 bulan kurang lebih. Yudha kemudian dilantik menjadi Ketua Laskar Umar Bin Khatab Solo Raya

“Sebelum ketembak Yudha juga sempat meneriakan takbir dan kemudian meninggal dunia,”tuturnya.

Hal senada juga disampaikan pihak keluarga dalam hal ini diwakili oleh ayah mertua Yudha,  Suryanto.

“Yuda orangnya ramah, baru saja pindah rumah di daerah baru satu minggu, rencana setelah itu ingin berkenalan dengan tetangga,”ujarnya.

Saat ditanya terkait firasat, Suryanto menjelaskan tidak ada tanda-tanda apapun. Karena paginya juga ketemu dan ngobrol biasa.

Istri dan anak Yudapun terus menangis bersedih atas kepergian ayah nya mereka terus berada disampih peti jenazah seakan tak mau berpisah.

Yuda dimakamkan di di daerah Ngaru-ngaru yang berjarak kurang lebih 2 kilo dari rumahnya. Gemuruh takbirpun menghantarkan jenazah ke liang lahat. []

%d bloggers like this: