Nusantara

Napak Tilas Sejarah Perjuangan Yayasan Bakti Ibu Renungan Hikmah dan Pesan Moral

SEMARANG-Yayasan Bakti Ibu yang menaungi Sekolah Islam Terpadu (SIT) Harapan Bunda, yakni KBIT, TKIT, TKIT 2, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Harapan Bunda menggelar puncak gebyar miladnya ke-29, Minggu (19/05) di halaman gedung SDIT Harapan Bunda.

Dihadiri ratusan warga di sekitar SIT Harapan Bunda, tokoh masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Semarang, perwakilan yayasan Islam terpadu lainnya, serta beberapa tamu undangan relasi. Mengambil tema, “Bersama Yayasan Bakti Ibu Berkontribusi Membangun Negeri,” beragam rangkaian acara dikemas dengan meriah seperti jalan sehat bersama warga sekitar SIT Harapan Bunda, pembagian doorprize, penampilan para siswa SIT Harapan Bunda dengan ikonik kearifan lokal, kreasi lomba video ucapan milad, serta napak tilas sejarah perjuangan yayasan.

Mencetak generasi berkarakter islami dan mandiri serta berkontribusi di masyarakat luas merupakan pesan dari Dra. Rini Tri Utami, selaku Ketua Yayasan Bakti Ibu. Dalam sambutannya ingin mengajak seluruh jajaran pengurus serta guru karyawan agar memahami visi utama yayasan.

Salah satu sesi menarik dan mengharukan adalah selepas pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh Dra. Siti Aisyah, selaku Pembina Yayasan Bakti Ibu lebih akrab disapa Ustadzah Aisyah Dahlan ini menyampaikan juga kilas balik sejarah perjalanan serta perjuangan dari yayasan sejak berdirinya tahun 1995.

Sarat hikmah terkandung teruntuk generasi penerus yang membawa kiprah Yayasan Bakti Ibu ke depannya mewujudkan visi dan misi serta benar-benar berkontribusi membangun negeri.

“Para pendiri sudah memberikan jalan untuk syiar kebaikan melalui yayasan dan sekolah Islam terpadu ini, maka kami berharap generasi sekarang melanjutkan langkah tersebut agar lebih mengakar kuat di masyarakat,” ujar Ustadzah Aisyah Dahlan setelah mengakhiri sepenggal kisah sejarah Yayasan Bakti Ibu di hadapan peserta milad.

Yayasan Bakti Ibu bukanlah sekadar lembaga yang bergerak untuk pendidikan semata, tetapi juga beranjak mandiri dalam ekonomi serta sosial kemasyarakatan, begitulah harapan dari pembina yayasan menegaskan keberadaan yayasan tersebut. []