Solo Raya

Serunya Belajar Beternak Ayam dari Memberi Pakan hingga Vitamin

KLATEN-Siswa kelas 2 SD Alam Aqila melakukan outing dengan tema perjalananku, Rabu, 22 Mei 2024.  Kegiatan outing kali ini mempunyai tujuan ke Peternakan Ayam Sukorejo, Bendungan Ngain, dan Sendang di daerah Temu Ireng, Jatinom.

Kegiatan di awali dengan membaca doa bersama juga pembekalan singkat oleh Fasilitator. Dengan penuh semangat murid-murid menaiki mobil untuk berangkat karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Perjalanan diisi dengan murojaah sambil melihat pemandangan sawah yang terbentang di kanan dan kiri.

Peternakan Ayam di sukorejo menjadi destinasi pertama outing kali ini, di pertenakan ini terdapat 3000 ekor ayam petelur. Setelah kulonuwun kepada pemilik peternakan, selanjutnya murid-murid diberikan penjelasan mengenai pemeliharaan ayam di peternakan ini.

“Dalam sehari ayam-ayam ini diberi makan sebanyak dua kali, pagi dan siang. Pakannya juga tidak bisa sembarangan, sudah ada takaran dan komposisinya,” ucap Samsu pemilik peternakan.

Diketahui, komposisi pakan ayam terdiri dari jagung, konsentrat dan katul dengan perbandingan yang sesuai. Ayam-ayam juga rutin diberikan vaksin dan vitamin baik lewat air minum maupun injeksi.

Di kandang, muri-murid diajarkan untuk memberi makan ayam tepat di pintu setiap kandang.

“Ukurannya setengah scope ini, tidak beh kurang maupun lebih. Jika kurang ayam tidak akan bertelur begitu juga jika lebih akan boros nanti,” tambah Samsu lagi.

Setiap harinya, peternakan ini bisa menghasilkan 9 kotak telur atau 135 kilogram. Usia produktif setiap ayam berkisar 2 tahun. Jika sudah tidak produktif, ayam akan diafkir ke pasaran, dengan sebutan ayam merah.

Setelah membantu mengumpulkan telur ayam, para siswa berpamitan untuk melanjutkan ke tujuan berikutnya. Saat sesi ini salah satu siswa menemukan telur yang berbeda dari kebanyakan lainnya yaitu berwarna putih. Fadhil, nama siswa tersebut dengan semangat menanyakan kepada pemilik peternakan.

“Pak kenapa telurnya bisa berwarna putih begitu?” “Telur yang berwarna berbeda itu karena kekurangan nutrisi begitu penjelasannya,”jawabnya.

Tujuan kedua, yaitu Bendungan Ngain. Disini mereka disuguhkan pemandangan jembatan penyeberangan yang hanya bisa digunakan satu kendaraan roda dua saja. Bendungan ini diperuntukkan menjadi irigasi bagi daerah pertanian di sekitarnya.

Saat melewati jembatan ini, mereka bisa merasakan jantungnya berdebar karena cukup tinggi dengan pemandangan sungai yang mengalir deras.

Setelah puas berpanas-panas, tujuan terakhir merupakan tempat yang ditunggu tunggu mengingat berhubungan dengan air. Sendang Etan begitu sebutannya merupakan sumber mata air alami yang biasanya dimanfaatkan warga sekitar untuk bersih diri maupun anak-anak bermain air. Pemandangan bambu yang disuguhkan menambah kesejukan dan kenyamanan di sekitar. Setelah puas, para siswa membersihkan diri di masjid dan bersiap kembali ke sekolah. []