SOLO-Rangkaian kompetisi olahraga padel bertajuk Padeluran JCI Solo Piala Wali Kota Solo 2025 resmi ditutup dalam sebuah upacara yang digelar di atrium utama Solo Paragon Lifestyle Mall, Ahad (16/11/2025).
Penutupan acara turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto, jajaran pengurus JCI Indonesia, pimpinan komunitas padel, serta sejumlah pemangku kepentingan ekonomi dan olahraga di Kota Solo.
Acara yang berlangsung selama lima hari, sejak 12 hingga 16 November 2025 ini diikuti 172 peserta dari berbagai kota, bahkan peserta terjauh datang dari Sumatera. Gelaran ini sekaligus mencatat sejarah sebagai turnamen padel indoor pertama dan terbesar yang diselenggarakan di dalam pusat perbelanjaan di Jawa Tengah.
Suasana atrium Solo Paragon Mall malam itu dipadati ratusan peserta, pengunjung, dan pendukung kompetisi. Lapangan padel yang didirikan khusus di dalam mall menjadi daya tarik tersendiri dan membuat pusat perbelanjaan tersebut sangat ramai selama penyelenggaraan acara.
Pemilik dan manajemen Solo Paragon Mall, melalui Chief Marketing Communication Veronika, menyampaikan dukungan penuh terhadap perkembangan olahraga padel. Acara ini dianggap menjadi bagian dari transformasi mall sebagai ruang publik adaptif yang mendukung generasi muda, komunitas kreatif, serta industri sport tourism.
MC acara juga sempat menyinggung ramainya mall hingga area parkir penuh. Banyak peserta dan tamu undangan harus memarkir kendaraan di area luar kompleks. Situasi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga padel yang tengah berkembang pesat sebagai olahraga gaya hidup di Indonesia.
Dalam closing statement-nya, Local President JCI Solo, William Sandiaga, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para peserta, kolaborator, sponsor, dan seluruh panitia. Ia menegaskan bahwa JCI Solo tidak hanya menjadi komunitas kepemudaan, tetapi juga “platform pencetak pemimpin muda dan ruang kolaborasi untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.”
William berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung turnamen padel terbesar di Solo ini, mulai dari komunitas Good Vibes Paddle Club, para sponsor, media, hingga institusi kesehatan seperti RS Indriati.
“Peduluran JCI Solo Piala Wali Kota 2025 bukan hanya kompetisi olahraga. Ini adalah ruang kolaborasi yang menghadirkan peluang, menggabungkan ide dan eksekusi, serta menciptakan dampak yang nyata. Kami bangga menjadi penyelenggara turnamen padel indoor pertama dan terbesar di Jawa Tengah,” ungkap William.
Ia juga menegaskan komitmen untuk menjadikan Padeluran sebagai agenda tahunan, sekaligus wadah pembinaan atlet padel daerah, terutama karena olahraga ini kini sudah masuk PON dan mengarah menuju arena Olimpiade.
Dalam sambutannya, National President JCI Indonesia, Budiman Kusmanto, menyoroti makna JCI sebagai organisasi pengembangan kepemudaan global yang berfokus membentuk karakter pemimpin.
Ia menegaskan bahwa “produk” JCI bukan sekadar program, bukan pula bisnis, melainkan manusia—pemimpin yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Budiman mengapresiasi penyelenggaraan Padeluran Cup yang dinilai “mencetak sejarah baru di Jawa Tengah.” Ia juga berterima kasih kepada Wali Kota Surakarta atas dukungan penuh, baik saat pembukaan maupun penutupan acara.
Dalam kesempatan itu, Budiman turut membagikan pengalamannya terkait ramainya Solo Paragon Mall malam itu: “Saya datang dengan istri, tapi tidak dapat parkir. Akhirnya saya di-drop dan istri yang mencari parkir. Ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap acara ini.”
Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam organisasi yang memberi ruang pembelajaran kepemimpinan secara langsung, terutama dalam konteks adaptive leadership, kemampuan yang sangat dibutuhkan di era serba cepat saat ini.
Acara semakin meriah ketika Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto, naik ke panggung untuk memberikan closing statement yang sangat dinantikan seluruh peserta.
Wali Kota mengawali sambutan dengan apresiasi terhadap JCI Solo dan seluruh panitia yang telah sukses menggelar event selama lima hari tanpa kendala berarti. Ia juga memuji kesiapan dan kepemimpinan para pengurus JCI.
“Tadi sambutan Mas William lengkap sekali. Ini bukti bahwa di JCI, proses kaderisasi pemimpinnya berhasil. Siapa tahu suatu saat nanti Mas William bisa jadi Wali Kota juga,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Wali Kota kemudian menekankan bahwa gelaran olahraga seperti Padeluran menjadi bagian penting dari arah pembangunan ekonomi Solo, terutama dalam konsep sport tourism.
Ia menyoroti tren industri kesehatan yang semakin relevan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga kompetitif, mulai dari lari hingga padel.
“Ke depan, industri fisioterapi, sport massage, hingga medical wellness akan sangat dibutuhkan. Maka kami mendorong seluruh rumah sakit di Solo memiliki layanan terapi olahraga. Ini peluang ekonomi yang besar,” tegasnya.
Lebih jauh, Wali Kota mengungkapkan optimismenya bahwa kota Solo akan menjadi salah satu pusat perkembangan olahraga padel nasional, terlebih karena cabang ini akan dipertandingkan pada PON 2028.
Kepada para atlet yang belum berhasil meraih juara, Wali Kota berpesan: “Ora usah ngoyo. Yang penting sehat dan happy. Besok latihan lebih kencang lagi.”
Sambutan Wali Kota ditutup dengan ajakan untuk terus membangun kolaborasi dan ekosistem olahraga yang kuat demi kemajuan Kota Surakarta.
Pada penutupan acara, panitia mengumumkan para juara dari lima kategori, mulai dari ganda putra, ganda putri, ganda campuran, hingga kategori bronze league. Para pemenang mendapatkan trofi resmi Piala Wali Kota Surakarta 2025, sertifikat, serta hadiah dari sejumlah sponsor.
Acara juga dimeriahkan oleh penyerahan penghargaan kepada panitia dan komunitas yang terlibat. William, selaku Presiden JCI Solo, menegaskan bahwa atlet-atlet muda yang mengikuti Padeluran memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh sebagai atlet profesional.
Sepanjang lima hari penyelenggaraan, Padeluran 2025 dinilai sukses besar, baik dari segi manajemen acara, jumlah peserta, kolaborasi lintas komunitas, hingga dampaknya pada perekonomian mall dan UMKM sekitar.
Karena itu, baik JCI Solo maupun Wali Kota Solo sepakat menjadikan gelaran ini sebagai agenda tahunan yang akan terus dibenahi dari segi fasilitas, kualitas kompetisi, dan penyelenggaraan lapangan untuk edisi tahun depan.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas olahraga, pengusaha lokal, dan organisasi kepemudaan seperti JCI, Kota Solo menunjukkan komitmennya memperluas ruang publik kreatif sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota yang ramah generasi muda, inovatif, dan penuh energi.
Gelaran Padeluran JCI Solo Piala Wali Kota 2025 bukan sekadar penutup kompetisi, melainkan awal dari ekosistem sport tourism baru di Kota Surakarta, sebuah momentum yang akan terus tumbuh dan melahirkan atlet-atlet unggulan di masa depan. []



