Flyover Purwosari dan Underpass Khusus Roda Dua Sudah Bisa Dilalui

SOLO – Flyover atau jalan layang Purwosari Solo, Senin 21 Desember 2020 sudah bisa dilewati kendaraan oleh warga masyarakat seiring dengan uji coba yang dilakukan oleh pihak Pemkot Solo. Selain Flyover Purwosari, Pemkot Solo hari ini juga meresmikan underpass atau jalan terowongan kereta api.

Usai peresmian, ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat langsung melalui Flyover Purwosari. Pemkot Solo memberikan uji coba jalan layang dari tanggal 21 Desember 2020- 26 desember 2020.

Pasalnya masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan, seperti drainase Kleco dan jalur lambat. Untuk pembangunan jalan layang Purwosari sendiri sejauh ini baru memakan anggaran sebesar 70 persen yaitu sebesar Rp104 miliar.

baca: Peringati Hari Ibu, PKS Solo Gelar Sejumlah Kegiatan

Selain flyover Purwosari, Pemkot Solo juga meresmikan underpass atau jalan terowongan transito yang ada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.

Jalan terowongan yang diberi nama Sura Nata Sari tersebut khusus digunakan kendaraan roda dua. Flyover dan underpass di Purwosari dan Pajang Solo ini sendiri untuk mengurangi banyaknya lintasan sebidang di Kota Solo. Diharapkan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menghindarkan kemacetan.

Walikota Solo,  FX Hadi Rudyatmo berharap ke depan seluruh perlintasan sebidang bisa diselesaikan oleh Wali Kota berikutnya. Dimana empat perlintasan lain yang masih berupa perlintasan sebidang yaitu di Jebres, Pasar Nongko, Purwoloyo dan Joglo.

Walikota Solo menambahkan, meniadakan lintasan sebidang sendiri prosesnya  cukup lama, izinnya butuh waktu 1 tahun 3 bulan.

Dengan adanya jalan ini diharapkan pergerakan ekonomi di kawasan tersebut bisa ditingkatkan dan untuk terowongan Sura Nata Sari bisa menyatukan warga Suronalan dan Totosari yang selama ini terpisahkan oleh rel kereta api.

Pembangunan underpass Sura Nata Sari di Pajang dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dengan anggaran Rp 4,5 miliar telah diselesaikan pada 2 November 2020, kemudian tahap kedua berupa pembuatan pagar dan pengaspalan jalan dengan anggaraan Rp 1,2 miliar. Underpass tersebut memiliki panjang 12,4 meter, lebar 5 meter untuk dua arus dan tinggi 2,8 meter.

 

 

%d bloggers like this: