Hadir di Solo, Warung New Normal Anti Covid 19 Pertama di Indonesia

SOLO  – Mengusung konsep sajian mandiri, yaitu, konsep yang menuntut pembeli mengambil dan memasak sendiri, warung makan ini mencoba menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, tidak hanya sekedar cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, namun juga dalam penyajian makanannya.

Revolusi makanan siap saji yang sehat dan alami, tanpa bahan pengawet, hadir di kota Solo. Makanan kemasan tersebut menyuguhkan aneka macam cita rasa nusantara, yang diluncurkan untuk pertama kalinya di Indonesia, yaitu diwarung ‘MakanKu’, sebuah warung new normal anti covid 19.

Warung New Normal Anti Covid 19 Pertama di Indonesia Hadir di Kota Solo
Warung New Normal Anti Covid 19 Pertama di Indonesia Hadir di Kota Solo

Warung yang berada di jalan Slamet Riyadi Solo tersebut, didesign tidak ada sentuhan tangan dengan penjual. Semua bisa dilakukan sendiri oleh pembeli. Mulai dari memilih menu, memasak, hingga menikmatinya. Hal tersebut jelas memberikan kenyamanan bagi pembeli ditengah merebaknya pandemi covid 19.

Menyajikan berbagai menu pilihan khas nusantara, seperti gudeg, bakso, rendang, ayam balado, gulai ikan, tengkleng, soto, nasi liwet dan masih banyak lagi. Semua tersedia dalam kotak kemasan khusus berteknologi tinggi, yang tahan panas hingga lebih dari 100 derajad. Pembeli tinggal duduk di meja makan untuk memasak menu pilihannya sendiri secara higienis, simpel dan tidak ribet.

Bagaimana penyajianny? rupanya cukup mudah. Setelah mengambil menu makanan yang tersedia di rak-rak seperti di swalayan, makanan kemasan kotak siap saji, bisa langsung dimasak dengan pemanas “self heating pad” yang sudah tersedia di dalam kotak. Pembeli tinggal menuang air putih biasa.

Pemanas “self heating pad” inilah yang mampu mengubah air biasa tiba-tiba menjadi mendidih hingga 120 derajad tanpa aliran listrik. Kotak yang sudah didesign tahan panas menjadi tempat memasak.

“Cara memasaknya mudah, kemasan ‘self heating pad’ cukup dituang air putih sesuai ukuran, dan berselang sekitar dua menit air akan berubah panas mendidih. Dari panas itulah, makanan akan terkukus matang dalam waktu 15 menit,” terang Puspo Wardoyo, pemilik warung MakanKu.

Begitu matang, imbuh Puspo, makanan siap disantap dalam kondisi panas hingga suapan terakhir. Pemilik rumah makan ayam bakar Wong Solo, tersebut juga menegaskan, bahwa semua racikan bahan makanan alami dan tanpa bahan pengawet. Meski tanpa bahan pengawet, makanan produk MakanKu, dapat bertahan lama hingga satu tahun. Bahkan, makanan-makanan tersebut tidak perlu disimpan di freezer, namun  cukup di suhu ruangan.

“Produk MakanKu, cukup banyak. Saat ini baru beberapa menu pilihan khas nusantara. Kedepan, menu menu khas daerah lain di Nusantara akan disediakan. Sebagai makanan siap saji yang tahan lama dan tanpa bahan pengawet, produk MakanKu, juga sangat bagus untuk mereka yang gemar traveling, adventure, menu ibadah haji, dan sangat cocok untuk bekal saat berada di tempat tempat yang jauh dari akses,” sambung Puspo wardoyo.

Kapolda Jawa Tengah bersama Pemilik Warung MakanKU Puspo Wardoyo
Kapolda Jawa Tengah bersama Pemilik Warung MakanKU Puspo Wardoyo

Selain itu, makanan ini rencananya juga akan dikembangkan untuk dapat dipasarkan di luar negeri. Puspo Wardoyo, optimis, dengan menampilkan makanan seluruh nusantara, menu MakanKu akan dapat diterima masyarakat. Soal harga, tidak mahal,  satu kotak menu dijual mulai Rp60 ribu.

Sementara itu, penasaran dengan produk MakanKu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi, mengunjungi warung MakanKu, untuk mencicipi makanan siap saji yang sehat, aman dan anti covid 19. Menurutnya, warung MakanKu, menyajikan makanan sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan, konsep penyajian menunya cukup unik dan baru pertama kali ini ada di Indonesia.

“Makanan siap saji ini sangat higienis dan ini merupakan trobosan kreatif yang sangat menunjang ekonomi nasional. Dengan kemasan yang didesign khusus, produk ini jelas merupakan satu satunya yang baru dijumpai di wilayah Jawa Tengah. Semuanya sesuai protokol kesehatan,” ungkap Irjen Pol Ahmad Lutfi,  Kapolda Jawa Tengah.

%d bloggers like this: